PT Elnusa Tbk (ELSA) membukukan kinerja operasional yang solid pada kuartal I-2026, ditopang kuatnya segmen distribusi dan logistik energi yang menjadi motor utama pertumbuhan perusahaan.
Hingga akhir Maret 2026, volume throughput jasa transportasi bahan bakar Elnusa naik 22% secara tahunan (yoy). Reli ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas distribusi energi di berbagai lini bisnis.
Secara rinci, realisasi transportasi energi menyentuh 7 juta kiloliter, pengelolaan depot BBM 965.000 kiloliter, serta LPG sebesar 31.000 ton. Selain itu, penjualan BBM industri maritim dan pelumas tercatat 52.000 kiloliter.
Baca Juga: Laba Unilever (UNVR) Diproyeksi Meningkat Positif di 2026, Tinjau Rekomendasi Analis
Pada distribusi bahan kimia, ELSA membukukan 31.550 drum, sementara fuel retail menyentuh 3.000 kiloliter.
Di sisi hulu migas terintegrasi, perusahaan membukukan aktivitas stabil melalui survei seismik 3D seluas 47,08 kmยฒ dan survei 2D sepanjang 4,16 km. Sementara pada jasa penunjang migas, utilisasi aset menyentuh 95% dengan 186 kontrak aktif.
Ringkasnya, untuk lini marine support, operasional berjalan efisien dengan tingkat non-productive time sangat rendah, hanya 0,02%, didukung 65 unit kapal dan 18 proyek non-asset based.
Direktur Operasi Elnusa, Andri Haribowo, mengungkap capaian ini sebagai kontribusi perusahaan dalam menjaga ketahanan energi nasional.
Ringkasnya, "Elnusa berkomitmen menghadirkan layanan terintegrasi dari hulu hingga hilir untuk memastikan kelancaran distribusi energi," ujarnya.
Baca Juga: Elnusa (ELSA) Cermati Kinerja Solid Kuartal I-2026, Bisnis Distribusi Energi Meroket
Meski kinerja operasional terangkat, pendapatan PT Elnusa Tbk tercatat turun 2,95% yoy menjadi Rp3,62 triliun. Sementara itu laba bersih justru naik 1,56% yoy menjadi Rp189,56 miliar, menandakan efisiensi operasional yang tetap terjaga.
Ringkasnya, anak usaha PT Pertamina ini dinilai masih memiliki prospek positif ke depan, seiring potensi peningkatan aktivitas hulu migas pada pertengahan tahun serta tingginya permintaan BBM dan LPG domestik.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai kinerja Elnusa masih menjanjikan karena efisiensi perusahaan masih kuat meski pendapatan menurun.
"Kinerja jangka pendek hingga menengah diproyeksikan didorong aktivitas hulu migas dan peningkatan produksi Pertamina Grup," ujarnya.
Baca Juga: Bea Ekspor Diproyeksi Jadi Beban Tambahan Emiten Batubara, Tinjau Rekomendasi Analis
Ia merekomendasikan akumulasi saham Elnusa dengan target harga Rp770 per saham. Pada Rabu (13/5), saham ELSA ditutup terkoreksi 2,10% ke level Rp700 per saham.
Tinjau Berita dan Artikel yang lain di Google News
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya โ apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

