PT Ecocare Indo Pasifik Tbk (HYGN), emiten penyedia jasa hygiene dan pengendalian hama terkemuka, membukukan performa gemilang pada awal tahun fiskal 2026. Berdasarkan laporan keuangan periode yang berakhir 31 Maret 2026 (3M26), Perseroan berhasil membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham (PATMI) sebesar Rp2,9 miliar.
Angka ini meroket tajam 80,1% dibandingkan periode serupa tahun sebelum itu sebesar Rp1,6 miliar. Pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan perseroan sebesar 17% menjadi Rp100,3 miliar, naik dari Rp85,7 miliar pada 3M25.
Segmen Jasa Pengendalian Hama (Pest Control) tercatat sebagai pendorong pertumbuhan tercepat dengan kenaikan pendapatan menyentuh 50,3% secara tahunan. Sementara itu, Jasa Hygiene tetap menjadi kontributor pendapatan terbesar dengan perolehan Rp46,9 miliar atau mencakup 46,8% dari total pendapatan grup.
Peningkatan profitabilitas ini didorong oleh margin laba operasional yang merangkak meningkat ke 4,3% dari sebelum itu 2,5%. Manajemen HYGN menyatakan bahwa hasil ini adalah buah dari investasi strategis pada tahun fiskal 2025 yang mencakup pengembangan sumber daya manusia, infrastruktur digital, dan peningkatan kapabilitas layanan yang kini mulai menghasilkan imbal hasil terukur.
Direktur Utama HYGN, Wincent Yunanda, memproyeksikan performa perusahaan sepanjang tahun 2026 akan lebih resilien dibandingkan tahun sebelum itu. Optimisme ini didukung oleh posisi orderbook per Maret 2026 yang solid dengan total nilai kontrak berjalan menyentuh Rp389,0 miliar.
Perinciannya terdiri dari Jasa Hygiene senilai Rp191,5 miliar, Jasa Kebersihan Rp133,9 miliar, dan Jasa Pengendalian Hama Rp63,6 miliar. Sebagai bagian dari strategi ekspansi jangka panjang, HYGN juga telah meluncurkan perusahaan patungan (joint venture) bersama Nafas untuk menghadirkan ecoCare Pure Air, sebuah solusi kualitas udara berbasis IoT.
Meski optimistis, perseroan masih mewaspadai dinamika geopolitik global, termasuk konflik di Timur Tengah, dengan memperketat pengawasan struktur biaya guna menjaga efisiensi operasional sepanjang tahun berjalan.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya โ apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

