PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) membukukan penurunan kinerja sepanjang periode bulan Januari-Maret 2026.
MTLA membukukan pendapatan Rp362,14 miliar di kuartal I 2026, mengalami pelemahan tipis 0,91% dari Rp365,50 miliar di kuartal I 2025.
Ringkasnya, segmen real estat penjualan tanah dan/atau bangunan menyumbang paling besar ke pendapatan periode ini, yaitu Rp185,78 miliar.
Beban langsung dan beban pokok pendapatan mengalami kenaikan dari Rp160,39 miliar di akhir Maret 2025 berubah menjadi Rp190,59 miliar di akhir Maret 2026.
Baca Juga: Metropolitan Land (MTLA) Cermati Marketing Sales Rp401 Miliar per Kuartal I-2026
Laba bruto pun tergerus 16,35% secara tahunan alias year on year (YoY) menjadi Rp171,55 miliar di kuartal I 2026, dari sebelum itu Rp205,10 miliar.
MTLA mengantongi laba bersih Rp62,16 miliar di akhir kuartal I 2026, mengalami pelemahan 17,45% YoY dari Rp75,30 miliar.
Dengan kinerja tersebut, laba per saham dasar menjadi Rp8,12 per kuartal I 2026, turun dari Rp9,84 di periode sama tahun sebelumnya.
Per 31 Maret 2026, MTLA punya jumlah aset Rp8,18 triliun. Ini mengalami kenaikan dari Rp7,97 triliun per 31 Maret 2025.
Jumlah liabilitas perseroan senilai Rp2,12 triliun di akhir Maret 2026, mengalami kenaikan dari Rp1,97 triliun di akhir Desember 2025. Sementara, jumlah ekuitas tercatat Rp6,06 triliun per kuartal I 2026, mengalami kenaikan tipis dari Rp6 triliun di akhir tahun 2025.
Ringkasnya, baca Juga: Strategi Metropolitan Land (MTLA) Jaga Pertumbuhan Kinerja hingga Akhir 2025
MTLA memiliki kas dan setara kas akhir tahun sebesar Rp441,09 miliar di akhir Maret 2026, turun dari Rp487,65 miliar di periode sama tahun sebelumnya.
Tinjau Berita dan Artikel yang lain di Google News
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

