Komisaris PT Imago Mulia Persada Tbk (LFLO), Purnamawati Gumulya, menambah kepemilikan saham di Perusahaan tersebut dengan mengakumulasi sebanyak 4,703 juta lembar saham. Transaksi pembelian saham tersebut dilakukan pada 15 Juli 2026.
Berdasarkan laporan kepemilikan saham yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kamis Juli 2026, Purnamawati membeli 4,703 juta saham LFLO dengan harga Rp120 per saham. Dengan demikian, nilai transaksi diperkirakan menyentuh sekitar Rp564,36 juta.
Sebelum transaksi, Purnamawati menguasai sebanyak324,166 juta saham atau setara 24,79% dari total saham LFLO. Adapun setelah pembelian tersebut dilakukan, kepemilikan Purnamawati naik ke 328,869 juta saham atau 25,15%.
Tujuan transaksi adalah investasi.Purnamawati menjalankan transaksi atas nama kepemilikan langsung dan tidak tercatat sebagai pihak pengendali dalam aksi pembelian saham tersebut.
Ringkasnya, โSaya bertanggung jawab penuh terhadap seluruh akibat hukum yang timbul dan menjamin kebenaran atas seluruh data, informasi, keterangan dan/atau dokumen yang dilaporkan,โ tulis Purnamawati dalam laporannya.
Di Bursa Efek Indonesia, saham LFLO tercatat turun 0,41% menjadi Rp488 per unit pada perdagangan sesi II, Kamis 16 Juli 2026 dibanding sehari sebelum itu di Rp490 per unit. Selama perdagangan periode sepekan, saham LFLO turun 5,76%. Jika ibandingkan dengan harga 17 Juni 2026 sebesar Rp482 per unit terhadap penutupan kemarin, saham LFLO naik 1,65%.
PT Imago Mulia Persada Tbk (LFLO) adalah erusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan besar dan eceran furnitur serta perlengkapan rumah tangga premium. Melalui showroom bermerek LAFLO, perusahaan tersebut mendistribusikan merek furnitur mewah impor dari Italia, Eropa, dan Amerika Serikat (seperti Knoll, Ceccotti Collezioni, dan Flou).
Ringkasnya, perusahaan tersebut juga mengoperasikan gerai ritel B&B Italia Jakarta..
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

