PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) atau BNC melaporkan laba bersih tahun berjalan senilai Rp136,98 miliar pada kuartal I-2026, mengalami pelemahan 14,35% secara tahunan (year on year/yoy). Penurunan laba itu utamanya dipengaruhi penurunan kinerja kredit dan margin bunga.
Mengacu laporan keuangan perseroan pada Rabu (29/4/2026), pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) dari BNC dibukukan senilai Rp548,13 miliar atau menyusut 11,19% yoy. Hal tersebut juga tecermin dari margin bunga bersih (net interest margin (NIM) yang mengalami pelemahan secara tahunan dari 15,84% berubah menjadi 13,50%.
Penyusutan beberapa indikator profitabilitas itu tak melepas dari sisi kinerja intermediasi yang terkontraksi. Penyaluran kredit Bank Neo Commerce terjungkal 17,23% yoy pada kuartal I-2026, dari sebesar Rp8,49 triliun menjadi Rp7,03 triliun.
Ringkasnya, dalam keterangan resminya, penurunan kinerja kredit BNC ini karena kebijakan penyaluran yang lebih ketat. Hasilnya positif, kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) secara gross dan net masing-masing masih relatif terjaga di posisi 3,15% dan 0,43%.
Direktur Utama BNC, Eri Budiono, juga mengindikasikan langkah kehati-hatiannya di tengah ketidakpastian yang kini berlangsung dipicu tekanan geopolitik. Menurutnya, Bank Neo Commerce perlu tetap menjaga tata kelola yang baik untuk bisnis yang berkelanjutan.
โKami fokus untuk mendorong pertumbuhan kredit di segmen digital retail secara hati-hati dan memperkuat ekosistem digital kami. Kami terus berupaya untuk melanjutkan tren kinerja yang positif ke depan yang terbukti dengan raihan laba senilai Rp136,98 miliar yang berhasil kami catatkan di Kuartal pertama di tahun 2026 ini,โ ungkap Eri.
Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) tercatat menyentuh Rp13,42 triliun atau turun tipis 1,97% yoy pada kuartal I-2026. Sementara itu demikian, penurunan utamanya dikontribusikan dari dana mahal, alhasil mengerek rasio dana murah ke level 30,33% dari sebelum itu 30,19%.
Di tengah kinerja keuangan yang agak termoderasi, BNC masih memastikan rasio permodalan (Capital Adequacy Ratio/CAR) terjaga solid ke level 50,60%. Begitu juga sisi likuiditas yang sangat memadai dengan indikator loan to deposit ratio (LDR) di posisi 52,38% atau ruang yang besar bagi perseroan berpotensi memacu kinerja penyaluran kreditnya.
Ringkasnya, guna memacu pertumbuhan sepanjang 2026, BNC berencana meluncurkan layanan inovatif Buy Now Pay Later (BNPL). Langkah ini diambil untuk memperluas akses pembiayaan yang aman dan relevan bagi nasabah digital. Kepercayaan pasar terhadap BNC juga kian kokoh seiring masuknya saham BBYB ke dalam Indeks Economic 30 mulai Maret 2026.
Ringkasnya, โDengan rasio-rasio keuangan yang stabil dan terjaga, tentu, ini memperkuat posisi BNC sebagai salah satu bank dengan layanan digital yang semakin diperhitungkan di industri perbankan nasional seiring meningkatnya kepercayaan berbagai stakeholders kepada Bank Neo Commerce,โ tandas Eri.
Ringkasnya, editor: Prisma Ardianto
Ringkasnya, follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Ringkasnya, baca Berita Lainnya di Google News
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya โ apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

