PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) membukukan laba bersih Rp37,13 miliar (Rp14,75 per saham) pada kuartal I 2026, tumbuh 36,25% jika dibandingkan Rp27,25 miliar (Rp11,19 per saham) pada periode sama 2025.
Menurut laporan keuangan per 31 Maret 2026 yang diumumkan di Jakarta, Jumat 24 April 2026, penjualan bersih BOLT meningkat 14,57% menjadi Rp422,68 miliar pada kuartal I 2026, dari Rp368,90 miliar pada kuartal I 2025.
Mayoritas penjualan BOLT selama Januari-Maret 2026 berasal dari pasar dalam negeri yakni sebesar Rp395,67 miliar atau sekitar 93,61% dari total penjualan Perseroan. Sementara pasar luar negeri hanya menyumbang sebesar Rp27 miliar.
Seiring penjualan, beban pokok penjualan BOLT juga naik 10,85% menjadi Rp327,38 miliar pada kuartal I 2026, dari Rp295,32 miliar pada kuartal I 2025. Laba kotor emiten di bidang manufaktur komponen otomotif itu tumbuh 29,51% jadi Rp95,29 miliar pada kuartal I 2026, dari Rp73,57 miliar di kuartal I 2025.
Di bagian lain, beban usaha Perseroan juga naik 31,36% menjadi Rp47,21 miliar pada kuartal I 2026, dari Rp35,93 miliar pada kuartal I 2025. Laba usaha BOLT tumbuh 27,75% jadi Rp48,08 miliar pada kuartal I 2026, dibanding Rp37,63 miliar pada kuartal I 2025.
Total aset BOLT per Maret 2026 sebesar Rp1,71 triliun, naik 5,84% dari Rp1,61 triliun per Desember 2025. Sementara jumlah liabilitas dan ekuitas Perseroan per Maret 2026, masing-masing sebesar Rp622,99 miliar dan Rp1,08 triliun. (konrad)
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.
