PT Woori Finance Indonesia Tbk (BPFI) membukukan laba bersih sebesar Rp33,09 miliar (Rp12,38 per saham) pada kuartal I 2026, meningkat 57,61% jika dibandingkan Rp27,25 miliar (Rp7,85 per saham) pada periode sama 2025.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026 yang diumumkan di Jakarta, Selasa 28 April 2026, pendapatan bersih BPFI meningkat 30,07% berubah menjadi Rp152,43 miliar pada kuartal I 2026, dari Rp114,55 miliar pada kuartal I 2025.
Penyumang terbesar pendapatan BPFI kuartal I 2026 adalah pembiayaan konsumen yakni senilai Rp79,78 miliar. Disusul administrasi Rp41,72 miliar, sewa pembiayaan Rp18,73 miliar, dan penghasilan lain-lain Rp8,17 miliar.
Seiring pendapatan, beban usaha BPFI yang mencakup gaji dan tunjangan, beban umum dan administrasi, beban keuangan, kerugian penurunan nilai, dan beban pemasaran meningkat senilai 25,69% berubah menjadi Rp111,37 miliar pada kuartal I 2026, dari Rp88,61 miliar pada kuartal I 2025.
Sementara itu, laba sebelum pajak perusahaan pembiayaan konsumen ini meningkat 58,28% jadi Rp41,05 miliar pada kuartal I 2026, dari Rp25,94 miliar kuartal I 2025.
Total aset BPFI per Maret 2026 sebesar Rp2,94 triliun, naik 7,37% dari Rp2,74 triliun per Desember 2025. Sementara jumlah liabilitas dan ekuitas Perseroan per Maret 2026, masing-masing sebesar Rp1,74 triliun dan Rp1,19 triliun. (konrad)
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

