Jemmy Kurniawan, pemegang saham pengendali secara bersamaan Komisaris PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) mengurangi porsi kepemilikan dengan melepas sebanyak 12.000.000 unit (0,77%) sahamnya di perusahaan tersebut melalui Bursa Efek Indonesia pada tanggal 08 Mei 2026.
Jemmy Kurniawan melepas saham MEDS pada kisaran harga Rp105-Rp116 per lembar alhasil mendapatkan dana Rp1,39 miliar. Tujuan Pandawa Jemmy melepas saham MEDS adalah mengurangi jumlah kepemilikan di saham MEDS.
Setelah penjualan saham tersebut, kepemilikan Jemmy Kurniawan terhadap saham MEDS melemah ke 899.070.900 unit atau setara 57,54% dari sebelum itu sebesar 911.070.900 unit atau setara dengan 58,31% saham.
Dari sisi keuangan, MEDS berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp324,59 juta pada kuartal I 2026. Di periode serupa tahun 2025, Perseroan masih menderita rugi bersih sebesar Rp1,78 miliar. Pencapaian laba tersebut didukung antara lain oleh penjualan bersih MEDS yang meroket 328% menjadi Rp4,76 miliar pada kuartal I 2026, dari Rp1,81 miliar pada periode sama tahun 2025.
Di Bursa Efek Indonesia atau BEI, saham MEDS ditutup naik 17,95% menjadi Rp138 per unit pada perdagangan, Senin 11 Mei 2026 dibanding sehari sebelum itu di Rp117 per unit. Selama periode sepekan, harga saham MEDS telah meningkat sebesar 68,29%. Jika dibanding antara harga 13 April 2026 di Rp66 per unit terhadap penutupan kemarin, saham MEDS telah meroket 109%.
Ringkasnya, pT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) adalah perusahaan di bidang manufaktur dan perdagangan alat kesehatan, khususnya masker medis. Perusahaan ini berdiri sejak 2010, di Cimahi, Jawa Barat, dan pabriknya juga berada di lokasi yang sama.
Ringkasnya, perusahaan tersebut memproduksi berbagai macam masker wajah harian dan medis, topi penutup kepala/topi untuk operasi, dan pembersih tangan dengan merek Evo Plusmed. Merek ini diklaim sebagai pelopor masker berdesain 4D premium di Indonesia, yang lebih pas di wajah. (konrad)
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

