PT Asuransi Dayin Mitra Tbk (ASDM) berhasil membukukan kinerja keuangan positif sepanjang enam bulan pertama 2026. Perseroan membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp10,84 miliar (Rp25 per saham) pada semester I 2026, naik 24,9% jika dibandingkan Rp8,68 miliar (Rp23 per saham) pada periode sama tahun 2025.
Berdasarkan laporan keuangan per Juni 2026 yang dipublikasikan BEI, Kamis 16 Juli 2026, pertumbuhan laba ASDM pada semester I 2026 terutama karena ditopang oleh kenaikan pendapatan jasa asuransi dan hasil investasi yang lebih baik.
Tercatat, pendapatan jasa asuransi ASDM meningkat 21,5% berubah menjadi Rp700,62 miliar pada semester I 2026, dari Rp576,58 miliar pada semester I 2025. Sementara beban jasa asuransi nak berubah menjadi Rp105,56 miliar dari Rp99,63 miliar.
Hal ini mendorong hasil jasa asuransi sebelum kontrak reasuransi milikan naik ke Rp595,05 miliar, dibandingkan Rp476,95 miliar pada periode serupa tahun sebelum itu.
Sementara di sisi lain, alokasi premi reasuransi tercatat sebesar Rp549,27 miliar, naik dari Rp450,31 miliar pada semester I 2025. Adapun jumlah yang dapat ditagih dari reasuradur atas klaim yang telah berlangsung menyentuh Rp18,57 miliar, turun dari Rp35,41 miliar.
Sesudah memperhitungkan kontrak reasuransi milikan, hasil jasa asuransi Perseroan tercatat Rp64,35 miliar. Angka tersebut mengalami kenaikan tipis dibandingkan Rp62,05 miliar pada semester I 2025.
Kontributor lain berasal dari hasil keuangan asuransi neto yang naik ke Rp13,64 miliar dari Rp10,60 miliar pada periode serupa tahun sebelumnya.
Pendapatan bunga tercatat Rp7,24 miliar. Kemudian keuntungan selisih kurs investasi menyentuh Rp2,02 miliar. Perseroan juga membukukan keuntungan terealisasi dari aset keuangan sebesar Rp962,87 juta serta pendapatan investasi lainnya sebesar Rp3,42 miliar.
Sementara itu, beban operasional lain naik ke Rp66,53 miliar dari Rp62,70 miliar pada semester I 2025. Total beban tercatat Rp65,83 miliar, naik dari Rp62,79 miliar.
Meski demikian, laba sebelum pajak penghasilan naik ke Rp11,12 miliar dibandingkan Rp8,70 miliar pada periode serupa tahun sebelumnya.
Dari sisi neraca keuangan, ASDM memiliki total asset senilai Rp1,17 triliun per Juni 2026, mengalami kenaikan 30,98% dari Rp897,23 miliar per Desember 2025. Adapun jumlah liabilitas dan ekuitas emiten asuransi tersebut per Juni 2026, masing-masing Rp813,89 miliar dan Rp361,32 miliar.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya โ apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

