PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp232,54 miliar (Rp69,33 per saham) pada kuartal I 2026, meroket 289,49% jika dibandingkan Rp83,20 miliar (Rp24,81 per saham) pada kuartal I 2025.
Berdasarkan laporan keuangan per Maret 2026 yang dipublikasikan ke BEI, Senin 13 Juli 2026, reli laba ini didukung pendapatan ANJT yang meningkat 14,86% menjadi Rp1,15 triliun pada kuartal I 2026, dari Rp1,05 triliun pada kuartal I 2025.
Mayoritas pendapatan ANJT pada Januari-Maret 2026 didominasi oleh penjualan minyak sawit mentah atau CPO yakni senilai Rp1,021 triliun, meningkat 17,58% dari Rp869,031 milliar pada periode sama tahun 2025.
Seiring pendapatan, beban pokok penjualan ANJT juga naik sebesar 8,13% menjadi Rp800,070 miliar pada kuartal I 2026, dari Rp739,889 miliar pada kuartal I 2025. Sementara itu, laba kotor ANJT meningkat 33,63% jadi Rp354,70 miliar pada kuartal I 2026, dari Rp265,42 miliar di kuartal I 2025.
Pada saat yang sama, beban penjualan Perseroan juga melonjak jadi Rp45,86 miliar pada kuartal I 2026, dari Rp23,22 miliar pada kuartal I 2025. Akan tetapi, laba usaha emiten di bidang penjualan minyak sawit mentah atau CPO itu membukukan laba usaha sebesar Rp307,886 miliar pada kuartal I 2026, melonjak 60,09% dibanding Rp192,31 miliar pada kuartal I 2025.
Total aset ANJT per Maret 2026 senilai Rp6,874 triliun, mengalami kenaikan 29,4% dari Rp5,31 triliun per Desember 2025. Jumlah liabilitas dan ekuitas perusahaan di bidang penjualan minyak sawit sawit mentah ini per Maret 2026, masing-masing senilai Rp2,81 triliun dan Rp4,06 triliun.
PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) adalah perusahaan induk yang bergerak secara langsung atau tidak langsung melalui anak perusahaan dalam penjualan minyak sawit mentah, inti sawit, produk pangan berkelanjutan, dan energi terbarukan. Perusahaan ini didirikan pada tanggal 16 April 1993 dengan nama PT Austindo Teguh Jaya. Perusahaan mulai fokus pada bisnis kelapa sawit pada tahun 2012.
Ringkasnya, perusahaan memiliki 13 anak perusahaan, yaitu PT Austindo Nusantara Jaya Agri di Binanga, PT Austindo Nusantara Jaya Agri Siais di Padang Sidempuan, PT Sahabat Mewah dan Makmur di Belitung, PT Kayung Agro Lestari di Ketapang, PT Galempa Sejahtera Bersama di Empat Lawang, PT Austindo Aufwind New Energy di Belitung, PT Gading Mas Indonesia Teguh di Jember, PT Austindo Nusantara Jaya Boga di Jakarta, serta PT Permata Putera Mandiri, PT Putera Manunggal Perkasa, PT ANJ Agri Papua, dan PT Lestari Sagu Papua di Papua Barat.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

