PT Bukit Asam Tbk (PTBA) membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp801,79 miliar pada kuartal I-2026 (1Q26), naik 104,81% dibanding periode sama tahun sebelumnya (year on year/yoy) Rp396,77 miliar.
Reli laba bersih hingga dua kali lipat mampu dibukukan emiten batu bara anggota Holding BUMN Pertambangan MIND ID ini di tengah penurunan pendapatan perseroan.
Manajemen PTBA dalam laporan keuangan yang dipublikasi Kamis (30/4/2026) memaparkan, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp9,93 triliun pada tiga bulan pertama 2026. Angka itu turun tipis 0,29% yoy dari sebelum itu Rp9,96 triliun.
Sebanyak 98,14% dari total pendapatan PTBA di kuartal I-2026, berasal dari penjualan batu bara. Sementara itu sisanya senilai Rp184,66 miliar dari pendapatan aktivitas lainnya berupa penjualan listrik, briket, minyak sawit mentah dan inti sawit, serta jasa kesehatan rumah sakit dan jasa sewa.
Di tengah penurunan pendapatan, PTBA mampu menekan beban pokok pendapatan dari Rp8,91 triliun pada 1Q25 menjadi Rp8,38 triliun pada 1Q26, atau turun 5,89% yoy. Dampaknya, laba bruto meroket 47,42% yoy dari Rp1,05 triliun menjadi Rp1,54 triliun.
Laba usaha produsen batu bara ini turut meningkat hingga dua kali lipat menjadi Rp878,03 miliar dari sebelum itu Rp442,81 miliar. Dengan laba bersih meroket lebih dari dua kali lipat dari Rp391,48 miliar menjadi Rp801,79 miliar.
Ringkasnya, editor: Eva Fitriani
Ringkasnya, follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Ringkasnya, baca Berita Lainnya di Google News
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

