PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) membukukan pertumbuhan kinerja positif pada awal tahun 2026. Perseroan berhasil membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp430,44 miliar pada kuartal I 2026. Raihan ini meningkat 16,92% dibandingkan laba bersih periode serupa tahun 2025 sebesar Rp368,16 miliar.
Laporan keuangan konsolidasian per 31 Maret 2026 menunjukkan peningkatan laba per saham dasar menjadi Rp40,61. Angka ini naik dari posisi sebelum itu sebesar Rp34,73 per saham pada kuartal I 2025.
Pencapaian laba tersebut didukung oleh total pendapatan DSNG yang menyentuh Rp2,89 triliun. Nilai ini meningkat 7,75% secara year on year (yoy) dibandingkan pendapatan kuartal I 2025 sebesar Rp2,68 triliun.
Kontributor utama pendapatan Perseroan berasal dari industri minyak sawit mentah (CPO) dengan nilai Rp2,61 triliun. Sementara itu, industri produk kayu menyumbang Rp235,15 miliar dan energi terbarukan senilai Rp40,20 miliar.
Sejalan dengan kenaikan pendapatan, beban pokok penjualan Perseroan juga mengalami peningkatan. Angkanya meningkat ke Rp2,08 triliun dari Rp1,88 triliun pada tahun sebelum itu. Kondisi ini membuat laba bruto Perseroan tercatat sebesar Rp809,51 miliar, meningkat tipis dari Rp793,96 miliar di kuartal I 2025.
Salah satu faktor pendorong pertumbuhan laba bersih adalah efisiensi pada biaya keuangan. DSNG berhasil menekan biaya keuangan secara signifikan menjadi Rp81,45 miliar, susut dari Rp139,92 miliar pada periode serupa tahun sebelumnya. Selain itu, laba dari perubahan nilai wajar aset biologis meroket menjadi Rp47,86 miliar dari sebelum itu Rp20,95 miliar.
Dari sisi neraca keuangan, DSNG menunjukkan posisi yang kuat. Total aset Perseroan per 31 Maret 2026 menyentuh Rp17,76 triliun, meningkat dibandingkan posisi Desember 2025 sebesar Rp17,62 triliun.
Total liabilitas Perseroan berhasil ditekan menjadi Rp5,69 triliun dari posisi akhir tahun 2025 sebesar Rp5,97 triliun. Sementara itu, total ekuitas DSNG meningkat menjadi Rp12,06 triliun dibandingkan posisi Desember 2025 yang sebesar Rp11,64 triliun. Perseroan juga membukukan kenaikan posisi kas dan setara kas menjadi Rp635,77 miliar pada akhir Maret 2026.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

