PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) membukukan kinerja keuangan yang kontras pada kuartal pertama 2026. Meski pendapatan usaha meningkat tipis, laba bersih emiten milik Tommy Soeharto ini merosot tajam.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, HUMI mengantongi laba tahun berjalan sebesar USD799,78 ribu. Angka ini turun drastis sebesar 76,46% dibandingkan periode serupa tahun 2025 yang menyentuh USD3,39 juta.
Padahal dari sisi pendapatan, Perseroan masih mampu meningkat 1,56%. Total pendapatan usaha HUMI menyentuh USD33,49 juta pada kuartal I 2026, naik dari USD32,97 juta pada tahun sebelum itu.
Penyumbang pendapatan terbesar berasal dari jasa sewa kapal pengangkut minyak mentah dan bahan bakar minyak bernilai USD11,50 juta. Selain itu, jasa sewa kapal bahan kimia berkontribusi sebesar USD10,89 juta. Sisanya berasal dari jasa gas alam cair (LNG), jasa pengelolaan awak kapal, dan pusat pelatihan.
Anjloknya laba bersih HUMI dipicu oleh kenaikan beban pokok pendapatan yang cukup signifikan. Biaya ini melonjak menjadi USD27,77 juta, dari sebelum itu USD24,74 juta. Selain itu, biaya keuangan juga meningkat ke USD2,47 juta dari USD1,96 juta.
Dari sisi neraca, HUMI yang dikendalikan oleh H. Hutomo Mandala Putra, SH (Tommy Soeharto) ini memiliki total aset USD349,97 juta per Maret 2026. Posisi ini mengalami kenaikan tipis 1,1% dari posisi Desember 2025 yang senilai USD346,16 juta. Adapun total liabilitas tercatat USD176,26 juta dan ekuitas senilai USD173,71 juta.
Direktur Utama HUMI, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra, dalam laporan tersebut menekankan tanggung jawab manajemen atas kebenaran data keuangan ini.
Ringkasnya, โKami bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian PT Humpuss Maritim Internasional Tbk. Semua informasi telah dimuat secara lengkap dan benar,โ ujar Gusti dalam surat pernyataan direksi dikutip dari keterbukaan informasi yang ditulis Rabu (1/7/2026).
Ringkasnya, senada dengan itu, Direktur HUMI, Indra Yurana Sugiarto, menyatakan bahwa laporan tersebut telah memenuhi standar yang berlaku. โLaporan ini telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia,โ kata Indra.
Di sisi lain, manajemen HUMI masih mewaspadai kondisi global. Gejolak militer di Timur Tengah yang meningkat sejak akhir Februari 2026 berubah menjadi perhatian serius. Manajemen terus memantau dampak volatilitas harga energi dan pasar keuangan terhadap kinerja operasional Perseroan ke depan
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

