PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) membukukan laba bersih sebesar USD 56 juta pada kuartal pertama 2026. Capaian ini turun 16% dibandingkan periode serupa tahun sebelum itu yang sebesar USD 66 juta.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Maret 2026, Perseroan membukukan pendapatan sebesar USD 498 juta, meningkat 3% dari USD 483 juta pada kuartal I 2025.
Kenaikan pendapatan ditopang oleh pertumbuhan volume penjualan sebesar 6% secara tahunan menjadi 6,3 juta ton. Sementara itu, harga lepas rata-rata (average selling price/ASP) turun 3% dari USD 82 per ton menjadi USD 79 per ton.
Penurunan laba bersih dipengaruhi oleh meningkatnya sejumlah beban operasional dan pajak. Beban pokok pendapatan mengalami kenaikan 5% secara tahunan berubah menjadi USD 365 juta, seiring meningkatnya volume penjualan batubara, termasuk kontribusi penjualan dari pihak ketiga senilai 0,7 juta ton.
Beban pajak penghasilan juga naik ke USD 26 juta dari USD 19 juta pada periode serupa tahun sebelum itu. Sementara itu, royalti kepada pemerintah naik 9% menjadi USD 58 juta. Total beban operasional tercatat stabil di level USD 56 juta.
Manajemen menjelaskan, produksi batubara pada kuartal I 2026 menyentuh 4,7 juta ton, turun dari 5,3 juta ton pada kuartal I 2025 akibat tingginya curah hujan yang memengaruhi aktivitas produksi.
Di tengah penurunan laba, Perseroan tetap menyalurkan dividen yang besar. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 17 April 2026 menyetujui total dividen tahun buku 2025 sebesar USD 115 juta atau setara 60% dari laba bersih.
Sebanyak USD 50 juta atau Rp738 per saham telah dibagikan sebagai dividen interim pada November 2025. Sisanya senilai USD 65 juta atau Rp992 per saham diproyeksikan dibayarkan kepada pemegang saham pada 19 Mei 2026.
Dari sisi neraca, posisi keuangan Perseroan masih solid. Total aset per Maret 2026 tercatat USD 2,405 miliar, relatif stabil dibandingkan akhir 2025 senilai USD 2,406 miliar.
Kas dan setara kas menyentuh USD 747 juta, sementara deposito jangka pendek sebesar USD 192 juta. Total liabilitas melemah ke USD 480 juta dari USD 498 juta pada akhir 2025.
Di sisi lain, total ekuitas naik ke USD 1,925 miliar dari USD 1,908 miliar, ditopang oleh kenaikan laba ditahan menjadi USD 1,533 miliar.
Arus kas bersih dari aktivitas operasi menyentuh USD 65 juta, meningkat 42% dari USD 46 juta pada kuartal I 2025. Sementara itu, aktivitas investasi membukukan arus kas keluar sebesar USD 107 juta, terutama untuk penempatan deposito jangka pendek dan kas yang dibatasi penggunaannya.
Sejumlah rasio keuangan utama menunjukkan kondisi keuangan Perseroan tetap sehat. Return on Assets (ROA) tercatat 2%, Return on Equity (ROE) 3%, dan margin laba bersih sebesar 11%, turun dari 14% pada periode serupa tahun sebelum itu.
Perseroan juga membukukan gearing ratio negatif 36%, rasio liabilitas terhadap ekuitas senilai 0,25 kali, serta rasio pinjaman terhadap ekuitas senilai 0,02 kali. Hal ini mencerminkan struktur permodalan yang masih kuat.
Catatan: pastikan Anda mencatat tanggal cum-dividen dan recording date. Harga saham biasanya menyesuaikan (turun) pada ex-date sebesar nilai dividen. Selalu verifikasi tanggal pembayaran melalui keterbukaan informasi di IDX.

