PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT) membukukan kinerja positif pada kuartal I 2026. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp45,98 miliar per 31 Maret 2026. Angka ini meningkat 11,57% dibandingkan Rp41,21 miliar pada periode serupa tahun 2025.
Berdasarkan laporan keuangan interim yang dikutip Senin (28/4/2026), pertumbuhan laba berlangsung di tengah penurunan tipis pendapatan. Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan tercatat Rp3,38 triliun pada kuartal I 2026. Realisasi ini turun 0,53% dari Rp3,40 triliun pada kuartal I 2025.
Penjualan ekspor masih menjadi penopang utama dengan kontribusi Rp2,83 triliun. Sementara itu, penjualan domestik menyumbang Rp549,48 miliar. Berdasarkan jenis produk, minyak kelapa sawit menjadi kontributor terbesar bernilai Rp1,82 triliun, disusul palm olein sebesar Rp1,04 triliun.
Kenaikan laba bersih ditopang oleh penurunan beban pokok penjualan. Beban pokok tercatat Rp2,82 triliun, turun dari Rp2,90 triliun pada periode serupa tahun sebelumnya. Penurunan ini mendorong laba bruto naik 13,95% menjadi Rp559,31 miliar dari Rp490,82 miliar.
Dari sisi efisiensi, Perseroan juga berhasil menekan beban keuangan. Nilainya melemah ke Rp31,26 miliar dari Rp35,60 miliar pada kuartal I 2025. Sejalan dengan itu, laba per saham dasar naik ke Rp14,71 dari Rp13,19 per saham.
Dari sisi neraca, total aset CBUT per 31 Maret 2026 tercatat Rp4,04 triliun. Angka ini mengalami pelemahan 1,94% dibandingkan posisi 31 Desember 2025 senilai Rp4,12 triliun. Penurunan dipicu oleh berkurangnya aset lancar dari Rp2,81 triliun berubah menjadi Rp2,67 triliun.
Sementara itu, ekuitas Perseroan naik ke Rp1,16 triliun dari Rp1,11 triliun. Di sisi lain, total liabilitas berhasil ditekan menjadi Rp2,87 triliun per Maret 2026, turun dari Rp3,01 triliun pada akhir Desember 2025.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya โ apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

