PT Chitose Internasional Tbk (CINT) membukukan kinerja positif pada kuartal I-2026. Perseroan membukukan pertumbuhan penjualan dan laba bersih yang ditopang oleh kuatnya permintaan dari segmen pendidikan, perkantoran, serta hotel, banquet, dan restoran.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, CINT membukukan laba bersih senilai Rp1,98 miliar pada kuartal I-2026.
Baca Juga: Andalkan KEK Halal Sidoarjo, AMAN Targetkan Pendapatan Meningkat 26% Tahun Depan
Realisasi tersebut meningkat 21% secara tahunan atau year on year (YoY) dibandingkan periode serupa tahun sebelumnya sebesar Rp1,64 miliar.
Sejalan dengan itu, penjualan Perseroan juga meningkat 6% YoY menjadi Rp114 miliar dari sebelum itu Rp107 miliar pada kuartal I-2025.
Direktur PT Chitose Internasional Tbk Nurwulan Kusumawati menuturkan, pertumbuhan kinerja tersebut didorong oleh peningkatan permintaan pada sektor-sektor yang menjadi bisnis inti Perseroan.
Ringkasnya, "Pertumbuhan ini didorong oleh sektor core business CINT, yakni pada produk di segmen pendidikan, perkantoran, serta hotel, banquet dan restoran. Pencapaian ini mencerminkan peningkatan kinerja operasional serta efektivitas strategi yang telah dijalankan Perseroan," ujar Nurwulan kepada Kontan.co.id, belum lama ini.
Ringkasnya, baca Juga: Pemeliharaan Terjadwal Usai, Pabrik Amoniak Essa Industries (ESSA) Kembali Beroperasi
Segmen pendidikan masih menjadi penyumbang terbesar terhadap pendapatan Perseroan. Hingga kuartal I-2026, segmen ini membukukan penjualan sebesar Rp96,9 miliar atau berkontribusi sekitar 60% terhadap total penjualan sebelum eliminasi.
Sementara itu, segmen hotel, banquet dan restoran menyalurkan kontribusi sebesar 17%, sementara segmen perkantoran menyumbang sekitar 13% dari total penjualan Perseroan.
Ringkasnya, di tengah tren kerja hybrid yang semakin berkembang, CINT melihat permintaan furnitur perkantoran masih relatif stabil.
Berdasarkan Nurwulan, kebutuhan pasar kini mulai bergeser seiring perubahan preferensi generasi pekerja baru yang menginginkan lingkungan kerja yang lebih modern dan fleksibel.
"Tingginya minat generasi baru terhadap lingkungan kerja yang modern, kolaboratif, dan adaptif turut meningkatkan kebutuhan akan furnitur kantor yang fungsional serta memiliki desain yang mengikuti perkembangan tren kini," jelasnya.
Ringkasnya, baca Juga: Perkuat Konektivitas Infrastruktur Gas Bumi, PGN (PGAS) Operasikan Proyek CISEM II
Ringkasnya, untuk menjawab kebutuhan tersebut, Perseroan terus menyesuaikan pengembangan produknya dengan tren pasar, termasuk menghadirkan beragam pilihan furnitur perkantoran dan layanan custom furniture yang lebih fleksibel sesuai kebutuhan pelanggan.
Ke depan, CINT tetap optimistis terhadap prospek industri furnitur hingga akhir tahun berjalan. Perseroan menargetkan penjualan sebesar Rp560 miliar pada 2026 atau meningkat sekitar 8% dibandingkan realisasi tahun sebelum itu.
Ringkasnya, "Perseroan memandang prospek industri furnitur kantor hingga akhir 2026 masih menunjukkan tren pertumbuhan positif, meskipun di tengah dinamika ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik yang masih berlangsung," tutup Nurwulan.
Tinjau Berita dan Artikel yang lain di Google News
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

