PT Ciputra Development Tbk (CTRA) membukukan penurunan kinerja pad tiga bulan pertama tahun 2026.
CTRA membukukan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp2,55 triliun per kuartal I-2026. Ini turun 6,37% secara tahunan alias year on year (YoY) dari Rp2,73 triliun di kuartal I 2026.
Ringkasnya, segmen penjualan neto dari kaveling, rumah hunian, dan ruko menyumbang Rp1,94 triliun. Penjualan apartemen menyumbang Rp11,9 miliar dan penjualan kantor Rp9,1 miliar.
Ringkasnya, sementara, segmen pendapatan usaha berkontribusi total Rp586,93 miliar.
Sayangnya, beban pokok penjualan dan beban langsung meningkat ke Rp1,36 triliun di kuartal I 2026, dari sebelum itu Rp1,33 triliun.
Baca Juga: Ciputra Life Bukukan Laba Rp14,42 Miliar di Kuartal I-2026, Mengalami kenaikan 4,64%
Laba kotor pun terkoreksi 15,04% YoY menjadi Rp1,19 triliun di akhir Maret 2026, dari sebelum itu Rp1,4 triliun.
CTRA mengantongi laba bersih Rp518,3 miliar per 31 Maret 2026, mengalami pelemahan 21,51% YoY.
Dengan kinerja tersebut, laba per saham dasar menjadi Rp28 di akhir kuartal I 2026, turun dari Rp36 di periode sama tahun sebelumnya.
Per 31 Maret 2026, CTRA punya total aset Rp45,8 triliun. Ini mengalami pelemahan dari Rp47,98 triliun per 31 Maret 2025.
Total liabilitas perseroan senilai Rp18,34 triliun di akhir Maret 2026, mengalami pelemahan dari Rp21,06 triliun di akhir Desember 2025. Sementara, total ekuitas tercatat Rp27,46 triliun per kuartal I 2026, mengalami kenaikan dari Rp26,91 triliun di akhir tahun 2025.
Ringkasnya, baca Juga: Marketing Sales Ciputra Development 2025 Tak Capai Target, Ini Rekomendasi Sahamnya
CTRA memiliki kas dan setara kas akhir periode sebesar Rp8,25 triliun di akhir Maret 2026, turun dari Rp9,73 triliun di periode sama tahun sebelumnya.
Tinjau Berita dan Artikel yang lain di Google News
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

