PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO) membukukan laba periode berjalan sebesar Rp29,59 miliar pada kuartal I 2026. Perolehan ini menyusut 17,31% dibandingkan periode serupa tahun 2025 sebesar Rp35,79 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim per 31 Maret 2026, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menyentuh Rp29,61 miliar. Angka tersebut turun 14,64% dari Rp34,69 miliar pada kuartal I 2025. Penurunan laba ini berdampak pada laba per saham dasar yang menjadi Rp3,31 per lembar dari sebelum itu Rp3,87.
Meskipun laba bersih turun, pendapatan usaha CNKO sebenarnya meningkat 8,86%. Perseroan meraup pendapatan Rp462,83 miliar per Maret 2026. Pada periode serupa tahun sebelum itu, pendapatan tercatat Rp425,16 miliar.
Penjualan batu bara berubah menjadi kontributor utama pendapatan senilai Rp458,12 miliar. Sisanya berasal dari pendapatan PLTU Pangkalan Bun senilai Rp4,71 miliar. Pelanggan utama perseroan adalah grup PT PLN (Persero) yang menyerap 98,98% dari total pendapatan.
Kenaikan pendapatan tidak diikuti dengan pertumbuhan laba kotor karena melonjaknya beban pokok pendapatan. Beban pokok pendapatan meningkat ke Rp398,04 miliar dari sebelum itu Rp351,02 miliar. Hal ini membuat laba kotor CNKO terkoreksi menjadi Rp64,80 miliar dari Rp74,14 miliar secara tahunan.
Dari sisi efisiensi, beban bunga dan keuangan lainnya berhasil ditekan menjadi Rp12,27 miliar dari sebelum itu Rp15,34 miliar. Sementara itu, beban umum dan administrasi sedikit naik ke Rp14,77 miliar.
Terkait posisi keuangan, total aset CNKO per 31 Maret 2026 menyentuh Rp989,47 miliar. Jumlah ini meningkat 11,01% dibanding posisi Desember 2025 sebesar Rp891,35 miliar. Aset lancar mendominasi dengan nilai Rp674,63 miliar.
Sementara itu, struktur modal CNKO masih menunjukkan kondisi defisiensi modal sebesar Rp1,03 triliun. Total liabilitas perseroan tercatat sangat tinggi menyentuh Rp2,02 triliun. Liabilitas jangka pendek bahkan menyentuh Rp1,44 triliun, melampaui total aset lancar.
Manajemen dalam catatan laporan keuangan menerangkan strategi untuk menjaga kelangsungan usaha. โMengoptimalkan pengiriman batu bara kepada PT PLN (Persero) atas kontrak jangka menengah selama 5 tahun yang telah dimiliki oleh Grup,โ tulis manajemen.
Ringkasnya, selain itu, perusahaan berupaya mencari pemasok baru untuk meminimalisasi risiko pasokan. Perusahaan juga fokus meningkatkan kinerja operasional PLTU Pangkalan Bun.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya โ apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

