Jakarta, CNBC Indonesia โ Emiten mal Kota Kasabanka dan Gandaria City, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) membukukan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk hingga semester I tahun berjalan menyentuh Rp1 triliun. Capaian laba tersebut turun 11,4% dari semester I tahun 2025 yang sebesar Rp1,13 triliun.
Mengutip laporan keuangan yang disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan hingga semester I tahun berjalan naik tipis 0,01% menjadi Rp3,37 triliun. Meski pertumbuhan pendapatan relatif datar, perseroan meningkatkan efisiensi pada beban pokok pendapatan yang turun 2,7% menjadi Rp1,45 triliun dari Rp1,49 triliun.
Penurunan beban pokok tersebut mendorong laba kotor meningkat 2,2% berubah menjadi Rp1,92 triliun, dibandingkan Rp1,87 triliun pada semester I-2025. Di sisi beban operasional, beban penjualan berhasil ditekan 5,29% berubah menjadi Rp156,3 miliar dari Rp165,05 miliar.
Sementara itu, beban umum dan administrasi meningkat 10% menjadi Rp296,3 miliar dibandingkan Rp269,2 miliar pada periode serupa tahun sebelum itu. Sementara itu, beban keuangan turun 3,38% menjadi Rp178,4 miliar dari Rp184,6 miliar, sementara beban pajak final naik 1,25% menjadi Rp220,5 miliar dibandingkan Rp217,81 miliar.
Dari sisi pendapatan lain-lain, penghasilan bunga meningkat 4,15% menjadi Rp301,56 miliar dari Rp288,57 miliar. Perseroan juga membukukan keuntungan bersih dari instrumen keuangan derivatif sebesar Rp85,15 miliar, berbalik dari kerugian sebesar Rp7,9 miliar pada semester I-2025.
Sebaliknya, keuntungan tender offer obligasi yang pada semester I-2025 masih sebesar Rp30,41 miliar, tidak kembali tercatat pada semester I-2026. Kerugian kurs mata uang asing bersih membaik 22,3% menjadi Rp55,3 miliar dibandingkan Rp71,12 miliar pada periode serupa tahun sebelum itu.
Sementara itu, pos lain-lain bersih berubah berubah menjadi rugi senilai Rp142,08 miliar, meningkat 29,6% dibandingkan rugi Rp109,7 miliar pada semester I-2025. Kombinasi berbagai perubahan tersebut menyebabkan laba sebelum pajak mengalami pelemahan 9,58% berubah menjadi Rp1,2 triliun dari Rp1,39 triliun.
Meski demikian, beban pajak penghasilan bersih turun 15,2% menjadi Rp1,88 miliar dibandingkan Rp2,22 miliar pada periode serupa tahun sebelumnya. Adapun total aset PWON hingga semester I tahun berjalan menyentuh Rp37,6 triliun dibandingkan aset akhir tahun 2025 yang menyentuh Rp36,4 triliun.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

