PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) membukukan laba bersih sebesar Rp700,01 miliar di semester I-2026, atau meroket 100,86 persen year-on-year (YoY) dibandingkan periode serupa tahun sebelum itu sebesar Rp348,51 miliar.
Reli laba bersih tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan Perseroan yang menyentuh Rp33,80 triliun pada semester I-2026. Angka ini meningkat 124,61 persen YoY dibandingkan pendapatan semester I-2025 yang tercatat sebesar Rp15,05 triliun.
Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk, Sandra Sunanto menuturkan, pencapaian positif pada paruh pertama tahun berjalan adalah buah dari keberhasilan strategi Perseroan dalam memperkuat ekosistem bisnis emas terintegrasi.
"Dengan fundamental bisnis yang semakin solid, dukungan dari pertumbuhan permintaan institusi keuangan dan Bullion Bank, serta prospek industri emas yang tetap menjanjikan, kami akan terus berfokus pada penciptaan pertumbuhan yang berkelanjutan, memperkuat daya saing Perseroan, dan menyalurkan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemegang saham," kata Sandra dalam keterangan resminya, Selasa (4/8/2026).
Kinerja cemerlang HRTA didorong oleh peningkatan volume penjualan emas murni yang meningkat 46,74 persen YoY menjadi 13 ton. Pertumbuhan volume tersebut ditopang oleh kenaikan harga lepas rata-rata (average selling price/ASP) sebesar 53,21 persen YoY menjadi Rp2.591.673 per gram.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

