PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) membukukan kinerja impresif pada kuartal I-2026, ditandai reli laba bersih sebesar 32,9% menjadi Rp203 miliar dibandingkan Rp152 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.
Direktur Utama Impack Pratama, Haryanto Tjiptodihardjo, menyatakan pada tiga bulan pertama IMPC membukukan pendapatan sebesar Rp1,2 triliun, naik 25,4% dari Rp937 miliar pada kuartal I-2025.
"Kenaikan penjualan terutama ditopang oleh permintaan domestik yang masih kuat, sekalipun industri manufaktur menghadapi kenaikan biaya logistik dan keterbatasan pasokan polimer akibat gejolak geopolitik terutama konflik AS, Israel vs Iran," beber Haryanto dalam keterangan resmi, Rabu (29/4/2026).
Memasuki kuartal II-2026, Haryanto menyampaikan, perseroan bersiap menghadapi tantangan lebih berat karena tekanan biaya bahan baku dan gangguan distribusi diperkirakan masih berlanjut.
Karena itu, emiten berkode saham IMPC ini diproyeksikan secara hati-hati mengelola kapasitas produksi di tengah keterbatasan pasokan bahan baku serta tekanan kenaikan harga, dengan masih menjaga keseimbangan antara profitabilitas dan pangsa pasar.
Dari sisi profitabilitas, kinerja perseroan menunjukkan penguatan yang konsisten. Laba kotor tercatat Rp484 miliar, meningkat 30,2% dari Rp372 miliar, dengan kenaikan margin laba kotor dari 39,7% berubah menjadi 41,2%.
Laba usaha juga meningkat 20,2% menjadi Rp237 miliar dibandingkan Rp197 miliar pada kuartal I-2025. Margin laba bersih turut membaik dari 16,3% menjadi 17,2%, mencerminkan kontribusi efisiensi operasional dan fokus manajemen pada pengendalian biaya. EBITDA kuartal I-2026 tercatat Rp288 miliar, naik 19,8% dari Rp240 miliar tahun sebelum itu.
Lebih lanjut, perbaikan kinerja IMPC juga tercermin dari penguatan struktur permodalan. Rasio utang terhadap EBITDA menurun signifikan dari 5,3x menjadi 2,4x. Adapun rasio EBITDA terhadap beban bunga meroket menjadi 26,3x dari 10,7x, menandakan kapasitas keuangan perseroan yang semakin sehat.
Sementara itu demikian, di tengah ketidakpastian global, manajemen tetap mempertahankan target kinerja tahun 2026 dengan pendapatan sebesar Rp5,1 triliun dan laba bersih di atas Rp700 miliar.
"Perseroan optimistis momentum pertumbuhan dapat dijaga berkat stabilnya permintaan dalam negeri dan fundamental bisnis yang terus terangkat," pungkasnya.
Ringkasnya, editor: Muawwan Daelami
Ringkasnya, follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Ringkasnya, baca Berita Lainnya di Google News
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

