Emiten Grup Salim PT Indofood Berhasil Makmur Tbk (INDF) membukukan penurunan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 19% secara year on year (yoy) pada paruh pertama tahun 2026. Melansir laporan keuangan terbaru, laba emiten induk produsen tepung Bogasari ini tercatat sebesar Rp4,72 triliun per Juni 2026.
Angka ini turun dari sebelum itu Rp5,84 triliun. Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood Anthoni Salim menuturkan, penurunan laba ini disebabkan karena lebih tingginya rugi selisih kurs yang belum terealisasi yang timbul dari kegiatan pendanaan, seiring melemahnya nilai tukar Rupiah.
Kendati penurunan laba, INDF membukukan kenaikan penjualan neto konsolidasi sebesar 9% menjadi Rp65,53 triliun. Angka ini naik dibandingkan Rp59,84 triliun di periode serupa tahun sebelumnya. "Di tengah ketidakpastian global yang terus berlangsung, Indofood membukukan kinerja yang solid pada semester pertama di tahun 2026 ini.
Kami masih fokus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan, menjaga keseimbangan antara pangsa pasar dan tingkat profitabilitas, serta mempertahankan posisi neraca yang sehat," kata Salim dalam keterangan resmi, dikutip Senin, (3/8/2026). Dari segi permodalan, total aset INDF tercatat senilai Rp231,24 triliun.
Sementara ekuitas dan liabilitasnya masing-masing senilai Rp124,7 triliun dan Rp106,5 triliun.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

