Saham emiten rokok, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) merosot 4,59% ke level Rp19.725 per saham pada perdagangan siang ini, Rabu (12/8/2026). Padahal, GGRM baru saja merilis kinerja keuangan semester I-2026, dan membukukan kenaikan laba jumbo hingga 2.440%.
Jika ditarik dalam kurun seminggu terakhir, saham perseroan memang tercatat terkoreksi 3,07%. Meskipun, secara tahunan alias year to date (YTD) saham GGRM terlihat sudah terangkat sebanyak 40,89%.
Seperti diketahui, GGRM membukukan laba bersih semester I-2026 meroket tajam sekitar 2.440% secara tahunan meski pendapatan turun 7,19% menjadi Rp41,18 triliun. Reli laba ini didorong oleh efisiensi ketat biaya pokok penjualan dan penurunan beban cukai, serta direspons positif melalui penguatan harga saham.
Sementara pendapatan Bersih perusahaan bernilai Rp41,18 triliun atau turun 7,19% dari periode serupa tahun sebelum itu. Beban Pokok Penjualan Turun 13,28% menjadi Rp35,19 triliun berkat efisiensi internal dan beban pita cukai.
Kemudian total aset GGRM menyentuh Rp77,87 triliun per 30 Juni 2026, dengan kas dan setara kas Rp8,71 triliun. Sementara laba per saham GGRM sebesar Rp1.547.
Meroket dibandingkan Rp61 per akhir Juni 2025.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

