PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) membukukan laba bersih Rp34 miliar pada semester I-2026, turun 16,65 persen dibandingkan periode serupa tahun sebelum itu sebesar Rp40,86 miliar.
Penurunan laba berlangsung di tengah pertumbuhan pendapatan perseroan. PANR membukukan pendapatan Rp2 triliun, meningkat 16 persen dibandingkan Rp1,8 triliun pada semester I-2025.
Corporate Secretary Panorama AB Sadewa menuturkan, penurunan kinerja seiring tekanan pada segmen leisure akibat ketidakpastian geopolitik global yang berdampak terhadap biaya perjalanan.
“Semester pertama tahun berjalan adalah periode yang penuh tantangan bagi industri pariwisata global. Sementara itu, model bisnis Panorama yang memiliki keseimbangan antara segmen leisure dan corporate travel memungkinkan kami tetap membukukan pertumbuhan pendapatan,” kata Sadewa dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (8/8/2026).
Berdasarkan Sadewa, industri pariwisata global menghadapi tekanan akibat meningkatnya ketegangan geopolitik, khususnya konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran yang memanas sejak akhir Februari 2026.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

