PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE membukukan kinerja positif pada kuartal pertama 2026. Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, perseroan membukukan laba bersih USD43,89 juta, naik dari periode sebelum itu USD31,35 juta.
Sementara itu, pendapatan menyentuh USD116,55 juta atau meningkat 14,8 persen secara year-on-year (YoY) dibandingkan USD101,507 juta pada periode serupa tahun sebelum itu.
Direktur Keuangan PGE Fransetya Hutabarat menyatakan bahwa pada periode tersebut, perseroan tetap menjaga profitabilitas yang sehat serta kas operasional yang kuat.
โSepanjang kuartal I-2026, PGE membukukan laba bersih sebesar USD43,899 juta. Angka ini meningkat 40 persen dibandingkan periode serupa tahun sebelum itu, yaitu USD31,352 juta,โ kata Fransetya dalam keterangan resmi, Selasa (29/4/2026).
โPertumbuhan ini didorong oleh efektivitas strategi bisnis berkelanjutan yang dijalankan perseroan. Selain itu, capaian ini juga menempatkan PGE pada posisi keuangan yang solid untuk terus meningkat secara berkelanjutan,โ sambungnya.
Ringkasnya, mengacu pada laporan keuangan interim per 31 Maret 2026, PGE membukukan:
Dari segi ekuitas, perseroan membukukan peningkatan dari USD2,04 miliar pada kuartal I-2025 menjadi USD2,09 miliar pada kuartal I-2026.
Sementara itu, liabilitas PGE mengalami pelemahan 2,44 persen dibandingkan 31 Desember 2025, berubah menjadi USD964,73 juta. Penurunan ini berdampak positif terhadap penguatan struktur modal serta penurunan risiko keuangan Perseroan.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

