PT Palma Serasih Tbk (PSGO) membukukan penurunan laba bersih pada kuartal I 2026. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 14,39% menjadi Rp77,96 miliar, dari Rp91,06 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuangan per Maret 2026 yang dirilis di Jakarta, Senin (27/4/2026), laba per saham PSGO ikut melemah ke Rp4,14 per saham. Pada kuartal I 2025, laba per saham tercatat Rp4,83.
Penurunan laba bersih berlangsung seiring melemahnya penjualan neto sebesar 8,73% secara tahunan. Hingga akhir Maret 2026, PSGO membukukan pendapatan Rp527,95 miliar, turun dari Rp578,47 miliar pada periode serupa tahun sebelum itu.
Kontributor utama pendapatan berasal dari penjualan minyak kelapa sawit (CPO) sebesar Rp476,33 miliar. Sementara itu, penjualan inti kelapa sawit (PK) menyumbang Rp53,61 miliar. Perseroan juga membukukan potongan harga klaim mutu bernilai Rp1,99 miliar.
Sejalan dengan penurunan pendapatan, beban pokok penjualan melemah ke Rp336,74 miliar dari Rp377,97 miliar. Laba bruto tercatat Rp191,21 miliar, lebih rendah dibandingkan Rp200,49 miliar pada kuartal I 2025.
Dari sisi operasional, PSGO menekan beban penjualan menjadi Rp19,69 miliar dari Rp23,14 miliar. Sementara itu, beban umum dan administrasi naik ke Rp54,24 miliar dari Rp47,50 miliar.
Di sisi lain, beban keuangan mengalami pelemahan signifikan berubah menjadi Rp14,12 miliar dari Rp22,46 miliar. Penurunan ini membantu menjaga kinerja laba di tengah tekanan penjualan.
Dari sisi neraca, total aset PSGO tercatat Rp3,25 triliun per 31 Maret 2026. Angka ini mengalami pelemahan 18,75% dibandingkan posisi akhir Desember 2025 senilai Rp4,00 triliun.
Total liabilitas turun signifikan menjadi Rp445,38 miliar dari Rp1,27 triliun. Sementara itu, ekuitas naik ke Rp2,81 triliun dari Rp2,73 triliun.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

