PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) membukukan laba bersih tahun berjalan Rp193,29 miliar (Rp32,54 per saham) pada kuartal I 2026, turun 11,28 % jika dibandingkan Rp217,87 miliar (Rp36,73 per saham) pada periode sama 2025.
Ringkasnya, berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026 yang dipublikasikan, Rabu 29 April 2026, pendapatan bersih RALS susut 14% jadi Rp985,16 miliar pada kuartal I 2026, dari Rp1,14 triliun pada periode sama 2025.
Penjualan barang akumulasi putus terjungkal 15,81% menjadi Rp699,67 miliar pada kuartal I 2026, dai Rp831,07 miliar di kuartal I 2025. Sementara komisi penjualan konsinyasi turun 9,23% dai Rp314,52 miliar jadi Rp285,49 miliar di kuartal I 2026.
Beban pokok penjualan RALS turun 19,35% menjadi Rp463,56 miliar pada kuartal I 2026, dari Rp574,79 miliar pada kuartal I 2025. Sementara itu, laba kotor emiten ritel tersebut turun 8,62% jadi Rp521,60 miliar, dari Rp570,81 miliar kuartal I 2025.
Sesudah dikurangi beban penjualan dan beban umum dan administrasi, emiten l beraset Rp5,53 triliun per Maret 2026 itu membukukan laba usaha Rp217,09 miliar di kuartal I 2026, mengalami pelemahan 9,77% dari Rp240,88 miliar kuartal I 2025.
Per Maret 2026, RALS memiliki jumlah liabilitas sebesar Rp1,76 triliun, naik 38,43% dari Rp1,27 triliun per Desember 2025. Ini terdiri atas liabilitas jangka pendek Rp1,3 triliun dan liabilitas jangka panjang Rp459,61 miliar. Adapun total ekuitas emiten ritel tersebut menyentuh Rp3,77 triliun per Maret 2026. (konrad)
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

