PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) membukukan kinerja impresif pada kuartal I 2026. Perseroan membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp1,85 miliar, meroket 142,83% dibandingkan periode serupa tahun sebelum itu sebesar Rp763,86 juta.
Berdasarkan laporan keuangan unaudited per Maret 2026, laba per saham RELI naik ke 1,03 dari sebelum itu 0,42. Kinerja ini sejalan dengan reli Net Interest Margin (NIM) yang naik signifikan menjadi 21,60% dari 7,88%.
Sepanjang tiga bulan pertama 2026, total pendapatan usaha tercatat sebesar Rp8,59 miliar, turun 11,40% dibandingkan Rp9,69 miliar pada periode serupa tahun sebelumnya. Meski demikian, pendapatan dari kontrak pelanggan justru meningkat.
Pendapatan atas kontrak pelanggan meningkat 14,49% menjadi Rp5,20 miliar dari sebelum itu Rp4,55 miliar. Kontribusinya menyentuh 60% terhadap total pendapatan usaha. Kenaikan ini didorong oleh aktivitas transaksi nasabah yang tetap terjaga melalui platform dan layanan Perseroan.
Dari sisi aktivitas pasar, volume perdagangan saham RELI menyentuh Rp3,22 triliun, naik 38,97% dibandingkan Rp2,32 triliun pada kuartal I 2025.
Nasabah RELIPrioritas menjadi kontributor utama dengan porsi 80,80% terhadap transaksi ekuitas. Nilai transaksinya menyentuh Rp2,6 triliun, meroket 94,72% dari Rp1,34 triliun. Selain itu, transaksi surat utang juga meningkat 41,06% menjadi Rp68,78 miliar.
Ringkasnya, presiden Direktur RELI, Akhabani, menyatakan kinerja positif ini ditopang oleh strategi perusahaan dalam menjaga kepercayaan dan loyalitas nasabah di tengah volatilitas pasar.
“Meski di tengah volatilitas pasar yang tinggi, kami mampu menjaga keberlanjutan kinerja Perseroan. Upaya yang dilakukan antara lain menjaga kepercayaan dan loyalitas nasabah agar masih aman dan nyaman bertransaksi,” ujarnya.
Perseroan juga memperkuat infrastruktur, termasuk peningkatan keamanan siber, pembaruan firewall, peningkatan kualitas layanan pelanggan, serta pendampingan advisory portofolio. Langkah ini adalah bagian dari implementasi tata kelola perusahaan yang baik (GCG).
Ringkasnya, ke depan, RELI tidak hanya berfokus pada layanan ekuitas. Perseroan juga mengembangkan berbagai instrumen investasi alternatif seperti DIRE, obligasi, dan reksa dana sebagai bagian dari diversifikasi portofolio nasabah.
Ringkasnya, sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), RELI terus meningkatkan nilai tambah bagi pemegang saham melalui efisiensi operasional dan penguatan kualitas layanan transaksi, termasuk melalui aplikasi RELITrade.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya — apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

