Jakarta, CNBC Indonesia โ Emiten asuransi umum PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk. (TUGU) membukukan pertumbuhan laba yang signifikan pada semester I-2026. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meroket 76,87% secara tahunan (yoy) menjadi Rp480,29 miliar, dari Rp271,55 miliar pada periode serupa tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), reli laba tersebut ditopang oleh membaiknya kinerja underwriting. Pendapatan jasa asuransi naik 16,32% yoy menjadi Rp4,45 triliun dari Rp3,83 triliun.
Di sisi lain, beban jasa asuransi justru mengalami pelemahan tajam 34,81% yoy berubah menjadi Rp3,14 triliun dari Rp4,81 triliun pada semester I-2025. Perbaikan tersebut membuat hasil jasa asuransi hampir dua kali lipat berubah menjadi Rp602,95 miliar, dibandingkan Rp324,94 miliar pada semester I-2025.
Dari sisi profitabilitas, laba sebelum pajak juga meningkat 47,84% menjadi Rp554,78 miliar, dibandingkan Rp375,25 miliar pada periode serupa tahun sebelum itu. Setelah dikurangi beban pajak final dan pajak penghasilan, laba periode berjalan tercatat sebesar Rp493,51 miliar, naik dari Rp311,47 miliar pada semester I-2025.
Sementara itu, pendapatan investasi menyentuh Rp140,50 miliar, sementara pendapatan operasional lainnya tercatat Rp321,29 miliar. Sementara itu demikian, beban operasional lainnya juga naik ke Rp504,08 miliar, dibandingkan Rp397,68 miliar pada periode serupa tahun sebelum itu.
Dari sisi neraca, total aset TUGU per 30 Juni 2026 meningkat 6,41% menjadi Rp29,49 triliun, dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp27,71 triliun. Kenaikan aset terutama ditopang oleh meningkatnya aset kontrak asuransi dan reasuransi menjadi Rp12,88 triliun, dari Rp10,59 triliun pada akhir tahun sebelumnya.
Di sisi lain, total liabilitas naik ke Rp19,44 triliun dari Rp17,50 triliun pada akhir 2025, seiring naiknya liabilitas kontrak asuransi dan reasuransi menjadi Rp17,66 triliun dari Rp15,37 triliun. Sementara itu, total ekuitas tercatat sebesar Rp10,01 triliun, relatif stabil dibandingkan posisi akhir tahun sebelumnya sebesar Rp10,17 triliun.
Adapun ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menyentuh Rp9,18 triliun. Selain membukukan pertumbuhan laba, TUGU juga membukukan laba per saham (earning per share/EPS) sebesar Rp135, meningkat dibandingkan Rp76 pada semester I-2025.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya โ apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

