PT Arsy Buana Travelindo Tbk (HAJJ) menekankan bahwa peningkatan kualitas laba menjadi strategi andalan yang dipilih guna memaksimalkan kinerja Perseroan di tengah persaingan industri perjalanan religi yang semakin ketat.
Eksekusi atas strategi tersebut, di antaranya, dilakukan dengan tidak kembali memperpanjang kontrak allotment sejumlah hotel dengan catatan marjin rendah, sembari mangarahkan fokus sumber daya pada properti dengan profitabilitas lebih tinggi.
Praktis dengan makin berkurangnya jumlah hotel rekanan, total pendapatan yang dibukukan HAJJ sepanjang semester I-2026 menyusut berubah menjadi hanya Rp363,6 miliar, dibanding perolehan Rp521,77 miliar pada semester I-2025 lalu.
Ringkasnya, "Meski begitu, dengan langkah strategis tersebut, kami berhasil meningkatkan kualitas laba secara signifikan melalui ekspansi marjin yang kuat di seluruh lini profitabilitas Perseroan," ujar Direktur Utama HAJJ, Saipul Bahri, dalam keterangan resminya, Senin (3/8/2026).
Klaim Saipul tersebut, didasarkan pada capaian laba kotor Perseroan yang relatif stabil sebesar Rp68,36 miliar, dibandingkan Rp69,76 miliar pada enam bulan pertama 2025, sementara itu dengan porsi marjin laba yang meningkat signifikan, dari semula 13,37 persen pada semester I-2025, menjadi 18,8 persen pada semester I-2026 lalu.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya โ apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

