PT Logisticsplus International Tbk (LOPI) berencana menjalankan penambahan modal melalui dua skema sekaligus. Perusahaan jasa pengurusan transportasi ini akan menggelar Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement serta Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.
Dalam keterbukaan informasi di Jakarta, Rabu (22/4/2026), manajemen LOPI mengumumkan rencana penerbitan saham baru tersebut. Untuk skema private placement, Perseroan akan meluncurkan sebanyak-banyaknya 110.001.128 saham baru. Jumlah ini setara 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan.
Setiap saham baru tersebut memiliki nilai nominal Rp25 per saham. Aksi korporasi ini bertujuan memperkuat struktur permodalan dan meningkatkan likuiditas perdagangan saham LOPI. Selain itu, langkah ini diharapkan mampu mengundang investor strategis untuk berinvestasi.
Sementara itu, untuk skema rights issue, LOPI berencana meluncurkan sebanyak-banyaknya 1.400.000.000 saham baru. Jumlah tersebut menyentuh 127,27% dari modal ditempatkan dan disetor penuh kini. Sama seperti private placement, nilai nominal saham rights issue ini dipatok sebesar Rp25 per saham.
Dana yang didapat dari hasil penambahan modal akan digunakan untuk mendukung pengembangan usaha grup. Alokasi dana meliputi modal kerja, penambahan outlet, hingga pembelian saham atau aset perusahaan di industri yang relevan. Perseroan juga memproyeksikan adanya dampak dilusi kepemilikan saham maksimal 3,43% akibat private placement dan 19,37% akibat rights issue.
โPenguatan struktur modal ini diharapkan dapat meningkatkan daya tahan Perseroan terhadap dinamika industri serta mendukung strategi pertumbuhan berkelanjutan,โ tulis manajemen LOPI dalam prospektusnya.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, LOPI membukukan kinerja positif. Penjualan bersih Perseroan menyentuh Rp130,06 miliar. Laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp3,48 miliar.
Hingga akhir 2025, total aset LOPI berada di angka Rp107,30 miliar. Total liabilitas Perseroan sebesar Rp45,31 miliar dan total ekuitas menyentuh Rp61,98 miliar. Dengan adanya private placement, total aset diproyeksikan meningkat 2,50% menjadi Rp110,05 miliar.
Untuk memuluskan rencana aksi korporasi ini, Perseroan akan meminta restu kepada pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 2 Juni 2026. Batas akhir pendaftaran pemegang saham yang berhak hadir jatuh pada 6 Mei 2026.
Catatan: rights issue berpotensi mengakibatkan dilusi bagi pemegang saham lama yang tidak ikut serta. Perhatikan harga pelaksanaan dan rasio HMETD sebelum memutuskan.
