Ringkasnya, prospek PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) dinilai masih cukup tangguh di tengah tekanan ekonomi.
Ringkasnya, meski demikian, keduanya memangkas proyeksi laba dan target harga saham seiring perlambatan ekspansi gerai serta meningkatnya risiko makroekonomi.
Dalam riset yang diterbitkan pada 2 Juli 2026, analis CGS Internasional Sekuritas Indonesia (CGSI), Baruna Arkasatyo dan Edward Halim, mengungkap kenaikan harga bahan bakar (BBM) nonsubsidi maupun solar selama tahun berjalan diperkirakan tidak banyak memengaruhi belanja masyarakat berpendapatan menengah atas, yang menjadi segmen utama MAPA.
Pemerintah diketahui telah menaikkan harga Pertamax senilai 32 persen pada 10 Juni 2026, disusul kenaikan harga solar senilai 10-17 persen pada 4 Mei 2026.
Sementara itu, berdasarkan pengalaman pada periode 2019 maupun 2022, kenaikan harga BBM tidak berdampak signifikan terhadap pertumbuhan pendapatan peritel yang menyasar konsumen menengah atas maupun jaringan minimarket.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

