PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) bersiap melaksanakan aksi korporasi melalui Penambahan Modal dengan Menyalurkan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau penerbitan hmetd tahap VIII guna memperkuat struktur permodalan dan mendukung pengembangan usaha perseroan.
Berdasarkan prospektus yang dirilis di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (30/6/2026), MPPA akan meluncurkan sebanyak-banyaknya 23,99 miliar saham baru atau setara dengan maksimal 64,92% dari modal ditempatkan dan disetor setelah pelaksanaan PMHMETD VIII.
Ringkasnya, dengan harga pelaksanaan Rp50 per saham, MPPA berpotensi meraup dana segar hingga Rp1,19 triliun.
Dana hasil penerbitan hmetd setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk belanja modal dan modal kerja perseroan. Sebesar Rp780 miliar dialokasikan untuk belanja modal, terutama untuk pembelian sejumlah aset properti dan bangunan dari pihak afiliasi yang tersebar di beberapa wilayah, antara lain Surabaya, Gresik, Bogor, Yogyakarta, dan Tangerang.
Baca Juga: 3 Saham IPO BEI Masuk Masa Penawaran Umum Hari Ini, Tinjau Saran Analis Sebelum Akumulasi!
Secara rinci, dana belanja modal tersebut akan digunakan antara lain untuk pembelian bangunan di Mall City of Tomorrow Surabaya bernilai Rp351,5 miliar, aset di Gresik sebesar Rp134,5 miliar, aset di Bogor sebesar Rp122 miliar dan Rp49,5 miliar, aset di Yogyakarta bernilai Rp68 miliar, serta lahan di kawasan industri Balaraja sebesar Rp54,5 miliar.
Sementara sisa dana diproyeksikan digunakan sebagai modal kerja guna mendukung pertumbuhan usaha inti perseroan, termasuk peningkatan kualitas persediaan melalui pembelian barang dagangan dari para pemasok.
Pemegang saham utama MPPA, yakni Multipolar Tbk (MLPL), menyatakan diproyeksikan melaksanakan seluruh HMETD yang berubah menjadi haknya sebanyak 12,03 miliar saham. Selain itu, MLPL juga diproyeksikan bertindak sebagai pembeli siaga dengan nilai maksimal Rp378,39 miliar untuk menyerap saham yang tidak diambil oleh pemegang saham lainnya.
Baca Juga: Paramita Bangun (PBSA) Akan Bagikan Dividen Rp180 Miliar dari Laba Bersih Tahun 2025
Ringkasnya, periode pelaksanaan PMHMETD berlangsung pada 1 Juli 2026 hingga 3 Juli 2026 dan dilanjutkan pada 6 Juli 2026 sampai dengan 7 Juli 2026.
Sebelum itu, rencana penerbitan hmetd ini telah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 30 Maret 2026.
Tinjau Berita dan Artikel yang lain di Google News
Catatan: pastikan Anda mencatat tanggal cum-dividen dan recording date. Harga saham biasanya menyesuaikan (turun) pada ex-date sebesar nilai dividen. Selalu verifikasi tanggal pembayaran melalui keterbukaan informasi di IDX.

