Ringkasnya, badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) resmi memulai pembangunan proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase 2 di Mempawah, Kalimantan Barat. PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM), sebagai BUMN turut serta dalam memasuki fase penting ini.
Ringkasnya, proyek dengan nilai investasi Rp14,8 triliun ini dibangun dengan kolaborasi antar-BUMN dan anak usaha MIND ID, yakni antara PT Inalum bersama dengan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Seperti diketahui, keterlibatan ANTM bukan tanpa alasan, mengingat ANTM tidak hanya mengandalkan emas, tetapi juga nikel, bauksit dan alumina.
Diversifikasi ini membuat ANTM lebih tahan terhadap fluktuasi harga satu komoditas tertentu. Dioperasikan melalui PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), proyek ini diproyeksikan memproduksikan 1 juta ton alumina per tahun.
Ditambah dengan SGAR Mempawah Fase 1 yang telah beroperasi, maka total produksi alumina dari Mempawah ini akan menyentuh 2 juta ton per tahun. Ketika proyek SGAR Mempawah Fase 2 ini beroperasi pada akhir 2028, Indonesia diperkirakan akan terbebas dari impor alumina yang adalah bahan baku industri aluminium.
Adapun bijih bauksit yang akan diserap menyentuh sekitar 6 juta ton per tahun dari PT Aneka Tambang, khususnya dari wilayah tambang bauksit di Mempawah dan Landak. Sementara pasokan listrik untuk SGAR Mempawah Fase 2 ini akan dipasok oleh PT Bukit Asam. "Melalui strategi hilirisasi, ANTAM menjalankan mengolah bauksit hingga menjadi aluminium berkualitas tinggi, sesuai dengan mandat pengolahan bahan baku mineral di dalam negeri," tulis ANTAM dikutip dari alun Instagram perusahaan, Rabu (8/7/2026). "Ini bukan hanya tentang proses dan hasil di industri dan pasar, tetapi juga kedaulatan mineral bangsa.
Kita tidak kembali sekadar menghasilkan bahan baku bauksit mentah tapi menyalurkan nilai tambah hingga 70 kali lipat, dan hasilnya dapat dinikmati oleh seluruh bangsa," tambah pihak ANTAM. Sementara itu, Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin menuturkan proyek ini berperan strategis dalam memperkuat pasokan bahan baku, mengurangi ketergantungan impor, dan meningkatkan posisi Indonesia dalam pasokan global. "Dapat menimbulkan multiplier effect yang dapat meningkatkan output ekonomi domestik, akan terdapat peningkatan PDB sekitar Rp71,8 triliun per tahun," paparnya. "Pembangunan dan operasi fasilitas dan peleburan alumina adalah program strategis nilai investasi Rp104,55 triliun atau setara dengan US$ 6,23 miliar," tambahnya.
Ringkasnya, sebagai informasi, SGAR mulai dibangun pada 2020 di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Smelter alumina menghubungkan rantai pasokan antara mineral bijih bauksit (Kalimantan Barat) dengan pabrik peleburan aluminium (INALUM).
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

