PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menjaga fokus pertumbuhan bisnis pada penguatan ekonomi kerakyatan. Di tengah ekspansi bisnis yang semakin luas, segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tetap menjadi bisnis utama secara bersamaan fondasi utama pertumbuhan BRI.
Hal ini tercermin dari kinerja hingga akhir kuartal II-2026. Pada periode tersebut, portofolio kredit UMKM BRI meningkat 8,6% secara year-on-year (YoY) menjadi Rp1.235,4 triliun.
Sebagai bank yang memiliki core business UMKM dan memiliki fokus utama pada ekonomi kerakyatan, BRI masih mempertahankan dominasi UMKM dalam portofolio kredit BRI. Upaya ini menunjukkan bahwa di tengah ekspansi bisnis ke berbagai segmen, UMKM masih berubah menjadi fondasi utama pertumbuhan BRI.
Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto menyampaikan, besarnya porsi pembiayaan kepada UMKM tersebut berjalan beriringan dengan upaya BRI untuk mendorong pelaku usaha terus meningkat dan naik kelas. "Dukungan tersebut dibangun melalui pendekatan pemberdayaan secara end-to-end, mulai dari tingkat desa, komunitas usaha, hingga pelaku usaha individu. Melalui Desa BRILiaN, BRI telah memberdayakan lebih dari 5.700 desa dengan fokus mengoptimalkan potensi ekonomi lokal secara bersamaan memperkuat kapasitas dan kelembagaan desa," ujar Aquarius dalam keterangan tertulis, Selasa (1/9/2026).
Ringkasnya, pada level komunitas usaha, BRI mengembangkan program Klasterku Hidupku yang kini telah menjangkau lebih dari 44 ribu klaster usaha. Jangkauan pemberdayaan juga diperluas melalui platform digital LinkUMKM yang telah menjangkau sekitar 17,3 juta pelaku UMKM.
Selain melalui platform digital, BRI turut menyalurkan pendampingan secara langsung melalui Rumah BUMN. Hingga Juni 2026, sekitar 596 ribu pelaku UMKM telah bergabung dalam ekosistem tersebut.
Berbagai inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya BRI untuk menjalankan peran yang lebih luas, tidak hanya sebagai financial intermediary, tetapi juga sebagai enabler bagi pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Pendekatan ini diarahkan untuk membangun siklus pemberdayaan yang berkelanjutan, alhasil UMKM dapat terus berkembang dan meningkatkan kapasitas usaha, naik kelas, dan semakin terintegrasi ke dalam ekosistem ekonomi yang lebih luas. "Pada akhirnya, pertumbuhan usaha tersebut diharapkan turut mendorong peningkatan pendapatan dan kesejahteraan pelaku UMKM," ujar Aquarius.
Lantas, komitmen BRI dalam mendorong pertumbuhan UMKM tersebut sejalan dengan kinerja Perseroan yang tetap solid. Hingga kuartal II-2026, total aset BRI Group menyentuh Rp2.352 triliun atau meningkat 11,7% YoY, sementara penyaluran kredit meningkat 16,2% YoY menjadi Rp1.646 triliun.
Pada periode serupa, laba bersih konsolidasian Perseroan tercatat sebesar Rp31,2 triliun atau meningkat 17,5% YoY.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

