Indonesia memiliki potensi panas bumi sebesar 23.202,77 megawatt (MW) atau sekitar 23,2 gigawatt (GW). Sementara itu, kapasitas terpasang baru menyentuh 2.776,39 MW atau sekitar 11,6 persen dari total potensi tersebut.Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang dipaparkan dalam The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 menunjukkan masih terdapat sekitar 88,4 persen potensi panas bumi nasional yang belum dikembangkan.Direktur Utama PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) Anggara Suryawan menuturkan, besarnya potensi panas bumi nasional membuka peluang bagi Perseroan untuk mengembangkan portofolio bisnis energi panas bumi secara bertahap.Salah satu proyek yang menjadi fokus FUTR adalah pengembangan panas bumi di Baturaden, Purwokerto, Jawa Tengah.“Fokus kami kini adalah memastikan proses reaktivasi di kuartal IV-2026 dan pengembangan proyek berjalan dengan baik mulai dari kajian teknis, persiapan pengeboran, hingga tahapan pengembangan berikutnya,” ujar Anggara dikutip Jumat (21/8/2026).
Anggara menuturkan proyek panas bumi, Baturaden, Purwokerto, tahap pertama ini ditargetkan memiliki kapasitas sebesar 30 MW, dari total kapasitas menyentuh 220 MW. Untuk merealisasikan reaktivasi proyek tersebut, Perseroan memperkirakan kebutuhan investasi sekitar USD120 juta.“Kami ingin memastikan setiap tahapan pengembangan dilakukan secara terukur dengan memperhatikan aspek teknis, keekonomian, dan kebutuhan investasi,” katanya.Disamping akan melaksanakan reaktivasi proyek panas bumi di Baturaden, Purwokerto, Jawa Tengah ini, perseroan juga akan menjalankan pengembangan non organik salah satunya dengan mengincar proyek PLTS dan mini Hydro yang kini, masih dalam tahap due diligance.(kunthi fahmar sandy)
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

