PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) membukukan pendapatan dari penjualan produk utama senilai USD775,6 juta atau Rp14 triliun pada kuartal II-2026 (April-Juni). Kinerja tersebut ditopang peningkatan penjualan emas, berlanjutnya ramp-up Tambang Emas Pani, perbaikan margin Tambang Tembaga Wetar, serta pertumbuhan bisnis nikel perseroan.
Pendapatan MDKA berasal dari penjualan emas, tembaga, Nickel Pig Iron (NPI), High-Grade Nickel Matte (HGNM), bijih limonit, dan asam sulfat. Penjualan emas menyentuh 36.574 ounce (oz), terdiri atas 30.135 oz dari Tambang Emas Tujuh Bukit (TB Gold) dan 6.439 oz dari Tambang Emas Pani dengan harga lepas rata-rata USD4.511 per ounce. Penjualan emas tersebut menghasilkan pendapatan sebesar USD165 juta.
TB Gold tetap menjadi tulang punggung operasional MDKA dengan produksi menyentuh 24.567 oz emas pada kuartal II-2026. Penjualan emas dari tambang tersebut meningkat 23 persen secara kuartalan menjadi 30.135 oz, dengan harga lepas rata-rata USD4.539 per ounce. Perseroan juga membukukan cash cost sebesar USD1.743 per ounce dan all-in sustaining cost (AISC) sebesar USD2.486 per ounce.
Sementara itu, Proyek Tembaga Tujuh Bukit (TB Copper) telah memasuki tahap studi kelayakan (feasibility study) sesudah menyelesaikan sejumlah pekerjaan optimalisasi pasca-pre-feasibility study. Proyek ini dikembangkan melalui kombinasi tambang bawah tanah dan tambang terbuka, disertai optimalisasi infrastruktur serta program metalurgi.
Di Tambang Tembaga Wetar, produksi tembaga menyentuh 1.484 ton dengan penjualan sebanyak 1.924 ton pada kuartal II-2026. Harga lepas rata-rata tercatat USD5,83 per pon, sementara cash cost membaik menjadi USD2,27 per pon dan AISC melemah ke USD2,80 per pon berkat optimalisasi pemulihan tembaga melalui program heap leach.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

