Pendapatan bersih Indointernet Tbk (EDGE) atau disebut Indonet mengalami kenaikan 31,23% berubah menjadi Rp243,02 miliar pada kuartal I 2026, dari Rp185,17 miliar pada periode sama 2025.
Ringkasnya, penyumbang terbesar pendapatan EDGE pada Januari-Maret 2026 berasal dari lini bisnis pusat data yakni Rp161,01 miliar, atau sekitar 66,25% dari total pendapatan Perseroan. Adapun lini konektivitas dan dan layanan Cloud, masing-,asing mengkontribusi pendapatan Rp74,09 miliar dan Rp70,07 miliar.
Kendati pendapatan mengalami kenaikan, laba EDGE yang berpotensi diatribusikan kepada pemilik entitas induk mengalami pelemahan 9,46% berubah menjadi Rp34,40 miliar pada kuartal I 2026 (Rp17 per saham), jika dibandingkan Rp35,60 miliar (Rp18 per saham) pada kuartal I 2025.
Penurunan laba di tengah peningkatan pendapatan EDGE, berdasarkan laporan keuangan per Maret 2026 yang dipublikasikan Senin, 27 April disebabkan oleh membengkaknya beban umum dan administrasi senilai 27,99% jadi Rp33,71 miliar pada kuartal I 2026, dari Rp26,33 miliar pada kuartal I 2025.
Selain itu, beban pinjaman EDGE melonjak 72,94% jadi Rp43,19 miliar pada kuartal I 2026, dari Rp23,12 miliar pada kuartal I 2025. Perseroan juga membukukan beban operasi lainnya Rp4,10 miliar, dari sebelum itu pendapatan Rp244 juta.
Akumulasi kenaikan berbagai beban di atas menyebabkan laba sebelum pajak emiten layanan infrastruktur digital dan pusat data itu terjungkal 15,19% menjadi Rp35,04 miliar pada kuartal I 2026, dibanding Rp41,33 miliar pada kuartal I 2025.
Dari sisi neraca keuangan, EDGE memiliki total aset senilai Rp7,48 triliun per Maret 2026, mengalami kenaikan 37,21% dari Rp5,45 triliun per Desember 2025. Adapun jumlah liabilitas dan ekuitas Perseroan, masing-masing senilai Rp5,62 triliun dan Rp1,86 triliun per Maret 2026. (konrad)
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

