PT Gunanusa Eramandiri Tbk (GUNA) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp11,29 miliar pada kuartal I 2026. Perolehan ini menyusut 30,8% dibandingkan periode serupa tahun 2025 sebesar Rp16,32 miliar.
Laporan keuangan Perseroan per 31 Maret 2026 yang dipublikasikan Jumat (24/4/2026) menunjukkan penjualan neto menyentuh Rp446,14 miliar. Angka tersebut tumbuh 4,15% dari Rp428,37 miliar pada kuartal I 2025.
Penjualan GUNA selama tiga bulan pertama 2026 didominasi oleh kontrak manufaktur dan jasa maklon senilai Rp232,34 miliar. Penjualan produk kacang menyumbang Rp200,62 miliar. Pasar domestik masih menjadi motor utama pendapatan dengan nilai Rp400,71 miliar. Sementara itu, pasar luar negeri atau ekspor berkontribusi sebesar Rp45,44 miliar.
Seiring kenaikan penjualan, beban pokok penjualan juga meningkat 6,1% menjadi Rp393,31 miliar dari sebelum itu Rp370,53 miliar. Hal ini menyebabkan laba kotor Perseroan melemah ke Rp52,83 miliar dari Rp57,84 miliar pada periode serupa tahun sebelumnya.
Kinerja laba juga tertekan oleh kenaikan beban operasional. Beban penjualan, umum, dan administrasi membengkak menjadi Rp24,33 miliar dari sebelum itu Rp19,76 miliar. Selain itu, GUNA membukukan beban keuangan sebesar Rp2,91 miliar pada periode ini.
Dari sisi neraca, total aset GUNA per 31 Maret 2026 menyentuh Rp1,20 triliun. Posisi aset ini meningkat 11% dibandingkan akhir Desember 2025 sebesar Rp1,08 triliun. Kenaikan aset terutama didorong oleh peningkatan aset tetap neto yang menyentuh Rp437,37 miliar.
Total liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp456,44 miliar per Maret 2026. Jumlah ini naik dari posisi Desember 2025 sebesar Rp357,41 miliar. Kenaikan liabilitas dipicu oleh tambahan pinjaman bank jangka panjang sebesar Rp65,24 miliar.
Total ekuitas GUNA juga mengalami pertumbuhan. Per 31 Maret 2026, ekuitas Perseroan menyentuh Rp745,41 miliar. Angka ini naik tipis dari posisi akhir tahun 2025 yang sebesar Rp725,33 miliar.
Dalam catatan laporan keuangan, Perseroan memiliki fasilitas kredit investasi dari PT Bank CTBC Indonesia senilai Rp164,84 miliar. Selain itu, terdapat fasilitas modal kerja impor sebesar USD3 juta dengan suku bunga 5,5% per tahun. GUNA juga menjalin kerja sama strategis dengan PT Unilever Indonesia Tbk untuk memasok produk-produk manufaktur.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya โ apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

