Ringkasnya, pT Multi Inti Usaha mengurangi porsi kepemilikan sahamnya pada PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX). Aksi pelepasan saham ini dilakukan melalui transaksi yang berlangsung pada 20 Mei 2026.
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi, Multi Inti Usaha menjual sebagian asetnya di emiten tersebut. Sebelum transaksi, perusahaan ini menguasai sebanyak 2.880.000.000 unit saham. Jumlah itu setara dengan 60% dari total saham MMIX.
Sesudah transaksi rampung, kepemilikan saham Multi Inti Usaha kini tersisa 2.590.000.000 unit. Secara persentase, porsi hak suara perusahaan tersebut menyusut berubah menjadi 53,96%.
Terdapat selisih pengurangan senilai 290.000.000 unit saham dari total saldo awal. Salah satu rincian transaksi yang dilaporkan mencakup pelepasan 156.000.000 unit saham. Transaksi ini memiliki status kepemilikan langsung melalui mekanisme Repurchase Agreement (Repo).
Ringkasnya, dalam laporan tersebut, manajemen tidak mencantumkan harga pelaksanaan transaksi per lembar sahamnya. Tujuan utama dari aksi korporasi ini tertulis untuk kepentingan perpindahan saham.
Informasi yang paling menarik perhatian para investor adalah status pengendalian perusahaan. Meski kini masih berstatus sebagai pemegang saham pengendali, Multi Inti Usaha menyalurkan keterangan mengejutkan.
Ringkasnya, pihak manajemen menyatakan tidak memiliki niat untuk mempertahankan pengendalian pada masa mendatang. Keterangan ini tercantum jelas dalam dokumen pelaporan kepemilikan saham tersebut.
Ringkasnya, โPemberi Kuasa dan Penerima Kuasa bertanggung jawab penuh terhadap seluruh akibat hukum yang timbul,โ tulis laporan tersebut dikutip Selasa (26/5/2026) WIB.
Multi Inti Usaha adalah badan hukum Indonesia yang beralamat di Jakarta. Dalam laporan ini, posisi jabatan diisi oleh jajaran Direksi. Seluruh data ini telah dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi pasar modal.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

