Emiten di sektor jasa pengujian, inspeksi dan sertifikasi (TIC), PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) bersiap menyalurkan dividen final tunai bernilai Rp2,31 per lembar saham atau Rp7,25 miliar.
Ringkasnya, aksi korporasi ini telah disetujui oleh para pemegang saham dalam agenda Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada Kamis (4/6/2026).
Kamis (4/6/2026) harga saham MUTU telah mengalami kenaikan 3,88% di Rp107 per saham hingga pukul 13.32 WIB. Jika menggunakan acuan harga tersebut maka yield dividen senilai 2,16%.
Direktur Keuangan MUTU International, Sumarna, menekankan keputusan ini adalah wujud apresiasi perusahaan terhadap loyalitas para investor. Pembagian dividen ini dinilai menjadi bukti komitmen perusahaan untuk selalu menyalurkan nilai tambah yang optimal bagi para pemegang saham, secara bersamaan mencerminkan kondisi likuiditas yang kuat dan fundamental keuangan yang sangat sehat.
Baca Juga: Indoritel Makmur (DNET) Memberi tanggapan Soal Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih
"Struktur permodalan yang kokoh dan efisiensi biaya yang ketat berubah menjadi kunci utama bagi MUTU untuk masih menghasilkan profitabilitas yang stabil di tengah dinamika pasar," kata Sumarna dalam keterangannya, Kamis (4/6/2026).
Ketangguhan finansial tersebut tercermin dari realisasi pendapatan usaha konsolidasi sepanjang tahun 2025 yang berhasil menembus Rp331,48 miliar, atau meningkat 7,33% dibandingkan capaian tahun sebelum itu sebesar Rp308,84 miliar.
Sektor sertifikasi menjadi kontributor pertumbuhan tertinggi dengan reli menyentuh 11,96% menjadi Rp110,28 miliar, sementara sektor pengujian tetap menjadi penopang pendapatan terbesar dengan raihan Rp134,62 miliar, disusul lini inspeksi yang mengantongi Rp86,58 miliar. Adapun laba bersih perusahaan menyentuh Rp24,15 miliar pada tahun 2025.
Memasuki kuartal I-2026, MUTU menghadapi tantangan siklus pasar temporer yang memicu penyesuaian dengan pendapatan konsolidasi tercatat senilai Rp68,40 miliar dan laba berjalan Rp4,88 miliar.
Meski demikian, fundamental bisnis inti MUTU masih menunjukkan resiliensi yang baik dengan pertumbuhan pendapatan entitas induk senilai 3,9% berubah menjadi Rp51,73 miliar, didukung struktur neraca yang sehat per 31 Maret 2026 dengan total aset Rp331,06 miliar, ekuitas Rp237,85 miliar, serta liabilitas terkendali senilai Rp93,21 miliar.
Sumarna menambahkan manajemen sangat optimis akselerasi performa perusahaan diproyeksikan kembali melaju kencang pada kuartal-kuartal berikutnya melalui strategi penangkapan peluang emas dari agenda prioritas Pemerintah Indonesia.
Baca Juga: Rupiah Terkoreksi Kembali, Ancaman Menembus Rp19.000 per Dolar Makin Dekat
Ringkasnya, "Kami sangat optimis karena arsitektur strategi korporasi telah diselaraskan untuk membidik peluang besar dalam program Ketahanan Energi 2026 melalui anak usaha PT Jasa Mutu Mineral Indonesia, serta memperkuat posisi kami sebagai lembaga verifikasi dan validasi independen terdepan dalam ekosistem perdagangan karbon nasional untuk mendukung target Net Zero Emission," jelasnya.
Tinjau Berita dan Artikel yang lain di Google News
Catatan: pastikan Anda mencatat tanggal cum-dividen dan recording date. Harga saham biasanya menyesuaikan (turun) pada ex-date sebesar nilai dividen. Selalu verifikasi tanggal pembayaran melalui keterbukaan informasi di IDX.

