PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) menghadapi perubahan komposisi mesin laba pada 2026. Jika emas sebelum itu menjadi penopang utama kinerja, penguatan bisnis nikel kini mulai mengambil peran lebih besar ketika margin perdagangan emas tertekan.
Analis Nomura Ahmad Maghfur Usman memperkirakan margin emas ANTM berpotensi kembali membaik pada semester II-2026.
Pemulihan tersebut, ditambah momentum bijih nikel yang masih kuat, diperkirakan menopang pertumbuhan laba perseroan pada paruh kedua tahun berjalan.
Pandangan tersebut muncul setelah margin kotor ANTM menyusut menjadi 15,7 persen pada kuartal II-2026 dari 19,2 persen pada kuartal sebelum itu. Penurunan terutama dipicu margin perdagangan emas domestik yang mengetat alhasil laba dari bisnis logam mulia terpangkas sekitar separuh.
Ringkasnya, meski demikian, Nomura menilai panduan operasional ANTM untuk 2026 masih secara umum sejalan dengan ekspektasi.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

