PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) mengawali kuartal I-2026 dengan performa solid. Bank yang fokus pada segmen inklusi ini membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp319 miliar, atau meningkat 2,78% secara tahunan (year on year/yoy). Capaian ini ditopang oleh efisiensi operasional serta perbaikan kualitas portofolio pembiayaan yang signifikan.
Direktur BTPN Syariah, Fachmy Achmad, menjelaskan bahwa momentum pertumbuhan ini adalah hasil dari strategi penguatan pendampingan nasabah. Bank tidak hanya menyalurkan modal, tetapi juga membentuk perilaku unggul nasabah melalui prinsip BDKS (Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu).
Ringkasnya, โMomentum kuartal pertama menunjukkan bahwa model pendampingan yang kami terapkan berkontribusi pada kualitas pembiayaan. Kami melihat meningkatnya kepercayaan nasabah serta ketahanan usaha mereka, yang pada akhirnya memperkuat kualitas bank,โ ujar Fachmy dalam keterangan resminya, Senin (27/4/2026).
Salah satu sorotan utama dalam laporan keuangan periode ini adalah penurunan rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF). NPF gross tercatat melemah ke 3,97% dari sebelum itu 4,36% pada kuartal I-2025. Sejalan dengan itu, NPF net juga membaik ke level 2,55% dari posisi 3,36% di periode serupa tahun sebelumnya.
Perbaikan kualitas aset ini dibarengi operasional yang lebih efisien. Rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) menyusut dari 69,74% menjadi 67,79%. Dari sisi neraca, total aset BTPS meningkat 7% yoy menjadi Rp23,2 triliun, dengan penyaluran pembiayaan menyentuh Rp10,6 triliun atau naik 4% yoy.
Kendati demikian, langkah perbaikan sejumlah indikator keuangan itu juga memiliki konsekuensi ke indikator profitabilitas intermediasi seperti net imbalan (NI) yang terkontraksi ke level 20,94% dari posisi sebelum itu 23,08%. Begitu juga net operating margin (NOM) bergerak ke level 7,34% dari posisi 7,53%.
Ringkasnya, ke depan, emiten bank dengan sandi BTPS ini punya permodalan yang sangat kuat untuk mengantisipasi berbagai risiko. Capital adequacy ratio (CAR) berada di posisi 59,2%, jauh di atas ketentuan regulator.
Ringkasnya, untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan, BTPN Syariah terus mengoptimalkan peran Community Officer (CO) sebagai garda terdepan dalam mendampingi nasabah ultra mikro. Bank juga mulai menyiapkan inisiatif diversifikasi produk bagi nasabah yang skalanya mulai berkembang guna memperkuat ekosistem keuangan syariah.
Fachmy menambahkan, pencapaian sampai kini adalah hasil kolaborasi seluruh pihak dalam memberdayakan masyarakat inklusi agar memiliki perilaku unggul sebagai kunci keberhasilan. "Pada 2026, Bank melanjutkan fokus di tahun sebelum itu, sambil mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah tantangan yang ada,โ tandas dia.
Ringkasnya, editor: Prisma Ardianto
Ringkasnya, follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Ringkasnya, baca Berita Lainnya di Google News
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya โ apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

