Kinerja PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) pada kuartal I-2026 masih dibayangi dampak integrasi pasca merger. Meski pendapatan meningkat signifikan, EXCL masih merugi bersih akibat reli beban operasional.
Melansir laporan keuangan per 31 Maret 2026, EXCL meraup pendapatan sebesar Rp11,81 triliun. Ini meningkat 37,42% secara tahunan atau Year on Year (YoY) dari Rp8,60 triliun per 31 Maret 2025.
Detailnya, pendapatan dari jasa GSM mobile dan jaringan telekomunikasi menyumbang Rp11,70 triliun. Lalu, segmen managed service dan jasa teknologi informasi menyentuh Rp118,96 miliar.
Ringkasnya, baca Juga: Sempat ke Rp17.535, Rupiah Ditutup di Level Rp17.529 Per Dolar AS Hari Ini (12/5)
Meski pendapatan mengalami kenaikan tajam, EXCL membukukan rugi bersih Rp716,27 miliar pada kuartal I-2026. Padahal pada kuartal I-2025, EXCL masih mencetak laba Rp388,23 miliar.
Hal tersebut disebabkan oleh melonjaknya beban yang ditanggung EXCL hingga Rp11,71 triliun di kuartal I-2026. Ini meroket 61,72% secara tahunan dari Rp7,24 triliun di periode serupa pada 2025.
Ringkasnya, hal tersebut menunjukkan efek integrasi jaringan dan aset pasca merger masih sangat berat di sisi biaya. Walaupun bottom line merugi, tetapi arus kas operasional XLSmart justru membaik.
Kas bersih dari aktivitas operasi menyentuh Rp6,73 triliun, naik dari Rp4,21 triliun pada kuartal I-2025. Hal ini menunjukkan bahwa bisnis inti telekomunikasi masih menghasilkan cash flow kuat.
Per 31 Maret 2026, total aset XLSmart menyentuh Rp111,85 triliun. Masih di periode serupa, total liabilitas dan ekuitas EXCL secara akumulasi menyentuh Rp111,85 triliun.
Tinjau Berita dan Artikel yang lain di Google News
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

