PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML) membukukan laba bersih sebesar Rp964,19 juta (Rp0,52 per saham) pada kuartal I 2026. Laba ini turun 26% jika dibandingkan dengan perolehan Rp1,30 miliar (Rp0,70 per saham) pada periode serupa tahun 2025.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, pendapatan BSML merosot tajam 65,84%. Pendapatan Perusahaan tercatat Rp10,60 miliar. Angka ini mengalami pelemahan dari Rp31,05 miliar pada kuartal I 2025.
Kontributor utama pendapatan BSML sepenuhnya berasal dari segmen operasional sewa kapal. Segmen ini menyumbang total pendapatan senilai Rp10,60 miliar pada tiga bulan pertama tahun 2026.
Penurunan pendapatan berimbas pada menyusutnya beban pokok pendapatan. Beban pokok tercatat sebesar Rp5,92 miliar. Beban ini turun 73,78% dari Rp22,58 miliar pada tahun sebelum itu.
Kondisi tersebut membuat laba kotor Perseroan ikut tertekan. Laba kotor BSML turun 44,69% menjadi Rp4,68 miliar dari sebelum itu Rp8,46 miliar.
Perseroan berhasil menjalankan efisiensi pada beberapa pos beban operasi. Beban pemasaran melemah ke Rp255,29 juta dari sebelum itu Rp453,43 juta. Beban umum dan administrasi juga menyusut menjadi Rp3,26 miliar dari Rp4,80 miliar pada kuartal I 2025.
Selain itu, beban keuangan atau biaya bunga mengalami penurunan sangat signifikan. Beban keuangan BSML tersisa Rp66,66 juta, menurun tajam dibanding Rp1,43 miliar pada periode serupa tahun sebelumnya.
Dari sisi kekuatan neraca, BSML membukukan total aset sebesar Rp198,07 miliar per 31 Maret 2026. Angka ini meningkat 2,69% dari Rp192,88 miliar per akhir Desember 2025.
Sementara itu, jumlah liabilitas Perusahaan melemah ke Rp65,67 miliar dari sebelum itu Rp75,00 miliar. Total ekuitas BSML justru naik ke Rp132,40 miliar pada 31 Maret 2026, dari posisi Rp117,87 miliar pada 31 Desember 2025.
Meski laba bersih secara nominal turun, margin laba bersih Perseroan terlihat membaik. Margin laba bersih BSML meningkat ke 9,09% pada kuartal I 2026, dibandingkan margin 4,19% pada periode serupa tahun 2025.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

