PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp3,35 triliun pada Semester I-2026, meningkat 58,8 persen dibandingkan Rp2,11 triliun pada periode serupa tahun sebelumnya. Perseroan juga berhasil membalikkan kinerja bottom line dengan membukukan laba bersih sebesar Rp262,6 miliar, ditopang oleh reli kinerja segmen properti.
Ringkasnya, dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu (5/8/2026), pertumbuhan pendapatan SSIA terutama didorong oleh kuatnya pengakuan penjualan (accounting sales) dari bisnis kawasan industri. Di sisi lain, peningkatan profitabilitas mencerminkan efektivitas eksekusi operasional di seluruh lini usaha.
Segmen properti menjadi motor utama pertumbuhan dengan membukukan pendapatan Rp1,27 triliun atau meroket 274,1 persen secara tahunan. Kinerja tersebut ditopang oleh pengakuan penjualan lahan industri seluas 64,7 hektare bernilai Rp1,08 triliun dari proyek Subang Smartpolitan dan Suryacipta City of Karawang.
Sementara itu, segmen konstruksi membukukan pendapatan Rp1,70 triliun dan bisnis perhotelan meningkat 118,6 persen berubah menjadi Rp471,1 miliar.
Sejalan dengan kenaikan pendapatan, laba bruto perseroan naik ke Rp1,09 triliun. EBITDA juga meroket menjadi Rp692,5 miliar dengan margin EBITDA sebesar 20,7 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan Rp106 miliar dengan margin 5 persen pada Semester I-2025. Perbaikan tersebut ditopang ekspansi margin di seluruh segmen usaha, terutama properti dan perhotelan.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

