Samudera Indonesia Tangguh, pemegang saham pengendali PT Samudera Indonesia Tbk (SMGR) memperkuat kepemilikan atau investasi dengan mengakumulasi sebanyak 1.741.600 lembar saham perusahaan penyedia layanan transportasi cargo terintegrasi melalui Bursa Efek Indonesia pada tanggal 26 Juni 2026.
Ringkasnya, transaksi saham SMDR tersebut dilakukan oleh Samudera Indonesia Tangguh dalam 3 kali. Pertama, pembelian dilakukan sebanyak 1.584.700 unit saham pada harga Rp286 per lembar. Kedua, pengendali membeli sebanyak 74.500 unit saham di harga Rp284 per lembar. Terakhir, pembelian senanyak 82.400 lembar saham seharga Rp288 per lembar.
Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan Manajemen Perseroan ke BEI, Senin 29 Juni 2026, tujuan Samudera Indonesia Tangguh membeli saham SMDR untuk menambah investasi secara bersamaan mempertahankan kepemilikan di emiten transportasi cargo ini.
Sebelum transaksi, Samudera Indonesia Tangguh menggenggam saham SMDRsebanyak 9.503.122.100 unit atau 58,03%. Setelah dilakukan transaksi, kepemilikan Samudera Indonesia Tangguh atas saham SMDR naik ke 9.504.863.700 unit atau setara 58,04% saham.
Hingga penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Senin 29 Juni 2026, saham SMDR tercatat mengalami kenaikan 0,70% jadi Rp286 per unit. Selama periode sepekan, saham SMDR mengalami pelemahan 2,05%. Jika dibandingkan antara harga 29 Mei 2026 senilai Rp300 per unit terhadap penutupan kemarin, saham emiten jasa transportasi laut tersebut telah merosot senilai 4,67%.
PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) adalah perusahana yang bergerak dalam bidang usaha logistik dan kargo, didirikan pada tahun 1964. Awalnya adalah usaha keagenan pelayaran yang didirikan oleh Bapak Soedarpo Sastrosatomo pada tahun 1950-an.
Perusahaan menjalankan IPO pada Juli 1999. Kini memiliki 5 lini bisnis; Samudera Shipping, Samudera Logistics, Samudera Ports, Samudera Property, dan Samudera Services; dengan lebih dari 4000 karyawan, 40 anak perusahaan dan kantor di wilayah di Indonesia dan Asia.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

