Purnomo Prawiro, salah satu pemegang saham pengendali PT Blue Bird Tbk (BIRD) menambah kepemilikan atau investasi dengan mengakumulasi sebanyak 52.560.000 lembar (2,1%) saham emiten transportasi tersebut pada tanggal 15 Juni 2026.
Purnomo Prawiro membeli saham BIRD pada harga Rp1.490 per lembar bernilai Rp78,31 miliar. Pada perdagangan di BEI, tanggal 15 Juni 2026, saham BIRD ditutup di posisi Rp1.610 per unit. Dengan demikian, Purnomo Prawiro membeli saham BIRD pada harga diskon Rp120 per unit atau dibawah harga pasar.
Ringkasnya, berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan Manajemen Perseroan ke BEI, Senin 6 Juli 2026, tujuan Purnomo Prawiro membeli saham BIRD adalah untuk menambah investasi dengan kepemilikan saham langsung atas emiten transportasi tersebut.
Sebelum transaksi, Purnomo Prwiro menggenggam saham BIRD sebanyak 302.294.300 unit atau 12,082% saham. Setelah dilakukan transaksi tersebut, kepemilikan Purnomo Prawiro atas saham BIRD naik ke 354.854.300 unit atau setara dengan 14,182% saham.
Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Senin 6 Juli 2026, saham BIRD tercatat stagnan di level Rp1.515 per unit. Selama sepekan, saham BIRD mengalami kenaikan 2,02%. Jika dibandingkan antara harga 8 Juni 2026 senilai Rp1.380 terhadap harga penutupan kemarin, maka saham emiten jasa transportasi darat tersebut telah meningkat senilai 9,78%.
PT Blue Bird Tbk (BIRD) adalah bagian dari Blue Bird Group. Sebuah perusahaan induk yang melayani kebutuhan transportasi, mulai dari taksi, kontainer, alat berat, hingga logistik. Dimulai pada tahun 1965 sebagai Chandra Taxi, layanan taksi non-meteran di Jakarta. Perusahaan ini resmi berdiri pada tanggal 29 Maret 2001 dan kini memiliki 15 unit usaha.
Ringkasnya, beberapa merek yang dimiliki perusahaan adalah Blue Bird Taxi, Silver Bird Taxi, Big Bird Bus, Golden Bird Car Rental, pasar mobil bekas MobilGo, Iron Bird Logistic, Cititrans Executive Shuttle, hingga Holiday Resort Lombok. Kantor utama Blue Bird berada di Jl. Mampang Prapatan Raya 60, Jakarta.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

