Sujaka Lays menjalankan aksi divestasi besar-besaran atas saham PT Black Diamond Resources Tbk (COAL). Pengendali emiten batu bara tersebut menjual total 1,37 miliar lembar saham dalam periode kurang dari satu bulan.
Nilai keseluruhan transaksi menyentuh Rp77,95 miliar. Penjualan dilakukan secara bertahap sejak 9 April hingga 4 Mei 2026.
Berdasarkan data kepemilikan, porsi saham Sujaka Lays turun signifikan. Sebelum transaksi, ia menguasai 1.912.789.500 saham atau setara 30,60%. Setelah aksi lepas tersebut, kepemilikannya tersisa 542.789.500 saham atau sekitar 8,68%.
Sujaka merinci, transaksi dilakukan dalam tujuh tahap. Pada 9 April 2026, ia melepas 80 juta saham di harga Rp56 per lembar dengan nilai Rp4,48 miliar. Sehari berselang, 10 April 2026, ia kembali menjual 80 juta saham pada harga Rp55 per lembar bernilai Rp4,40 miliar.
Aksi berlanjut pada 14 April 2026 dengan penjualan 370 juta saham di harga Rp56 per lembar bernilai Rp20,72 miliar. Berikutnya, pada 15 dan 16 April 2026, masing-masing sebanyak 130 juta saham dilepas di harga Rp55 per lembar, dengan total nilai Rp14,30 miliar. Pada 17 April 2026, Sujaka kembali melepas 150 juta saham di harga Rp55 per lembar bernilai Rp8,25 miliar.
Ringkasnya, transaksi terakhir dilakukan melalui mekanisme repurchase agreement (repo) pada 4 Mei 2026 sebanyak 430 juta saham di harga Rp60 per lembar dengan nilai Rp25,80 miliar.
Secara keseluruhan, transaksi dimulai pada 9 April 2026 dengan penjualan 80 juta saham di harga Rp56 per lembar bernilai Rp4,48 miliar. Pada 10 April 2026, kembali dijual 80 juta saham di harga Rp55 bernilai Rp4,40 miliar.
Berikutnya, pada 14 April 2026, sebanyak 370 juta saham dilepas di harga Rp56 dengan nilai Rp20,72 miliar. Pada 15 dan 16 April 2026, masing-masing 130 juta saham dijual di harga Rp55 dengan total Rp14,30 miliar.
Kemudian, pada 17 April 2026, sebanyak 150 juta saham dilepas di harga Rp55 bernilai Rp8,25 miliar. Terakhir, pada 4 Mei 2026, melalui transaksi repo, sebanyak 430 juta saham dijual di harga Rp60 per lembar dengan nilai Rp25,80 miliar.
Total nilai seluruh transaksi menyentuh Rp77,95 miliar.
Seluruh transaksi ini dilakukan dengan tujuan pribadi. Meski kepemilikannya turun drastis, Sujaka menekankan tetap mempertahankan status sebagai pemegang saham pengendali.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

