Ringkasnya, hansen Jap, pemegang saham pengendali PT Maja Agung Latexindo Tbk (SURI) terus berupaya memperkuat investasi atas emiten tersebut. Langkah ini dilakukan pengendali dengan menambah porsi kepemilikan saham emiten sarung tangan lateks tersebut.
Tercatat, Hansen Jap kmemborong 660.000 lembar saham SURI di kisaran harga Rp64-Rp65 per lembar pada tanggal 10 Juli 2026. Akumulasi saham SURI bertujuan untuk menambah investasi secara bersamaan mempertahankan pengendalian atas Perusahaan produsen sarung tangan lateks untuk sektor medis dan kesehatan tersebut.
Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan Manajemen Perseroan ke BEI, Rabu 15 Juli 2026, setelah transaksi tersebut, Hansen Jap menggenggam saham SURI sebanyak 5.416.388.800 unit atau 85,50%, dari sebelum itu 5.415.728.800 unit atau 85,49%.
Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Rabu 15 Juli 2026, saham SURI tercatat turun1,49% menjadi Rp66 per unit. Selama sepekan, saham SURI stagnan di Rp67. Jika dibandingkan antara harga 15 Juni 2026 sebesar Rp63 terhadap penutupan kemarin, maka saham emiten produsen sarung tangan lateks untuk keperluan media dan ksehatan itu telah naik sebesar 6,34%.
Dari sisi kinerja keuangan, SURI membukukan pendapatan sebesar Rp36 miliar pada kuartal I 2026, meningkat 5,6% dari Rp34,1 miliar pada periode sama 2025. Laba bersih Perseroan meroket 757% menjadi Rp3,6 miliar pada kuartal I 2026 dibanding periode sama tahun 2025.
PT Maja Agung Latexindo Tbk (SURI), yang berkantor pusat di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, adalah perusahaan yang didirikan pada tahun 1988. Perusahaan ini memproduksi sarung tangan lateks untuk sektor medis dan kesehatan, bidang industri, industri perawatan kecantikan, industri olah raga, dan lain sebagainya, baik untuk pasar domestik maupun impor.
Produk yang dicatatkan yakni sarung tangan pemeriksaan, sarung tangan khusus, sarung tangan industri, dan lain-lain.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

